Rubrik.co.id – Persebaya Surabaya menjalani fase evaluasi setelah menelan kekalahan telak sebelum jeda kompetisi BRI Super League 2025/26.
Hasil tersebut meninggalkan dampak yang tidak hanya terlihat dari skor, tetapi juga memengaruhi kondisi mental tim.
Pelatih Bernardo Tavares menilai kekalahan dari Borneo FC Samarinda menjadi catatan serius yang harus segera diperbaiki.
“Kalah dengan skor 5-1 bukanlah hal yang mudah. Sebagai pelatih, saya merasa sangat buruk,” kata Bernardo Tavares.
Situasi semakin menantang karena jeda kompetisi membuat tim tidak memiliki kesempatan langsung untuk memperbaiki hasil di lapangan.
Tim pelatih kemudian mengalihkan fokus pada proses evaluasi melalui analisis pertandingan secara menyeluruh.
Persebaya Fokus Benahi Mental dan Permainan
Pemain diajak meninjau ulang jalannya pertandingan guna mengidentifikasi kesalahan yang terjadi.
Evaluasi dilakukan melalui pertemuan individu maupun diskusi tim untuk membahas aspek yang belum berjalan optimal.
“Kami ingin mengadakan pertemuan individual dan juga dengan tim tentang hal-hal yang belum kami lakukan dengan baik,” ujar Tavares.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya faktor mental yang turut memengaruhi performa tim selama pertandingan.
Persebaya dinilai kalah dalam intensitas permainan serta kecepatan dalam menghadapi tekanan lawan.
Tim lawan mampu tampil lebih agresif dan unggul dalam duel di berbagai lini permainan.
Pelatih juga menyoroti kegagalan tim dalam mengantisipasi situasi yang sebenarnya telah diprediksi sebelumnya.
Beberapa peluang gol lawan berasal dari skema yang telah dianalisis sebelum pertandingan berlangsung.
Temuan tersebut menjadi bahan pembelajaran untuk meningkatkan kesiapan tim dalam menghadapi pertandingan berikutnya.
Persebaya kini mengalihkan perhatian pada persiapan menghadapi laga selanjutnya di kompetisi.
Tim dijadwalkan menjamu Persita Tangerang pada pekan ke-26 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.
Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi Persebaya untuk memperbaiki performa sekaligus mengembalikan kepercayaan diri tim. ***






