Persebaya Bangkit Lewat Kemenangan Taktis dan Kokoh di Kandang

Azka Fachri
Pemain Persebaya tampil disiplin dan sukses menjaga gawang tetap tanpa kebobolan.
Pemain Persebaya tampil disiplin dan sukses menjaga gawang tetap tanpa kebobolan.

Rubrik.co.id – Persebaya Surabaya menunjukkan respons cepat setelah hasil buruk dengan meraih kemenangan penting saat menghadapi Persita Tangerang dalam lanjutan BRI Super League musim 2025/26.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo pada Sabtu malam menjadi ajang pembuktian kekuatan mental tim tuan rumah.

Persebaya tampil lebih terorganisir sejak awal laga dengan pendekatan permainan yang disiplin di semua lini.

Kemenangan tersebut sekaligus menghadirkan catatan nirbobol yang menjadi indikator peningkatan performa lini pertahanan.

Persebaya Bangkit dengan Strategi Disiplin dan Mental Tangguh

Pelatih Bernardo Tavares menilai dukungan suporter memiliki pengaruh besar terhadap kebangkitan tim setelah melalui periode sulit.

Ia menyebut para pemain mampu merespons tekanan dengan sikap profesional dan kerja keras sepanjang pertandingan.

“Penting bagi tim untuk merasakan dukungan suporter di saat baik maupun buruk,” ujar Tavares.

Pendekatan taktik yang diterapkan menitikberatkan pada organisasi pertahanan yang rapat setelah unggul, sehingga ruang gerak lawan dapat ditekan secara maksimal.

Strategi tersebut membuat tim tamu lebih banyak menguasai bola tanpa mampu menciptakan ancaman serius.

Persebaya juga memaksimalkan skema serangan balik cepat untuk menciptakan peluang berbahaya sepanjang laga.

Meski sejumlah pemain tidak berada dalam kondisi ideal akibat faktor kebugaran, tim tetap mampu menjaga konsistensi permainan.

Beberapa pemain bahkan harus tampil di posisi berbeda demi menjaga keseimbangan tim.

Total sembilan peluang berhasil diciptakan sebagai bukti efektivitas skema permainan yang dijalankan.

Bek Risto Mitrevski menilai keberhasilan menjaga gawang tetap aman tidak lepas dari disiplin dalam menjalankan instruksi taktik.

Ia menegaskan lini belakang mampu membaca pola serangan lawan, terutama dalam mengantisipasi bola mati dan tembakan jarak jauh.

Hasil ini berdampak langsung pada posisi klasemen sementara, di mana Persebaya naik ke peringkat kelima dengan koleksi 42 poin dari 26 pertandingan.

Sementara itu, Persita harus turun ke posisi keenam dengan 41 poin setelah gagal mempertahankan tren positif mereka.