Ringkasan
- Jumlah kejadiannya melonjak pada bulan-bulan kering, dan puncak tertinggi yang tercatat jatuh menjelang akhir tahun, bukan di tengahnya.
- Penyebabnya terbagi dua, yakni arus pendek listrik pada bangunan dan perbuatan manusia pada lahan terbuka milik warga.
- Armada pemadamnya pernah berkurang karena kerusakan, sementara tugas hariannya ternyata tidak berhenti pada urusan memadamkan api saja.
BULUKUMBA, Rubrik.co.id – Jawaban langsung: Kebakaran di Kabupaten Bulukumba memuncak pada musim kemarau. Dinas Pemadam Kebakaran mencatat 140 kejadian sepanjang Januari sampai Oktober 2023, dengan Oktober sebagai bulan terbanyak, dan lebih dari 20 kejadian sepanjang September 2026. Penyebabnya terbagi antara korsleting listrik di bangunan dan ulah manusia di lahan. Artikel ini memuat angkanya, polanya, dan kesiapan armadanya.
Angka per Tahun yang Tercatat
Catatan paling lengkap berasal dari 2023. Damkar Bulukumba mencatat 140 kejadian sepanjang Januari sampai Oktober.
| Periode | Jumlah kejadian |
|---|---|
| Januari-September 2023 | 94 |
| September 2023 saja | 32 |
| Oktober 2023 saja | 46 |
| Januari-Oktober 2023 | 140 |
| September 2026 | lebih dari 20 |
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Muh Idham, menyebut jumlah pada 2023 meningkat dibanding tahun sebelumnya, dengan kemarau berkepanjangan sebagai penyebabnya.
Dua Penyebab yang Berbeda
Rinciannya dibedakan menurut objek yang terbakar. Dari 94 kejadian sampai September 2023, kebakaran rumah mendominasi, disusul kebakaran lahan milik warga.
Penyebabnya pun berbeda. Menurut Muh Idham, kebakaran rumah rata-rata berawal dari korsleting listrik, sedangkan kebakaran lahan berasal dari ulah manusia, termasuk membuang puntung rokok sembarangan dan membakar lahan.
Pada September 2023 saja tercatat 9 kebakaran rumah dan 10 kebakaran lahan, tersebar hampir di sepuluh kecamatan.
Objek yang Terbakar Beragam
Pada September 2026, Damkar menangani kebakaran tiga hari berturut-turut pada 21 sampai 23 September.
Objeknya bermacam-macam, mulai dari lahan, rumah kebun, rumah warga, ruko, kios, hingga sekam di pabrik penggilingan padi. Dari lebih dari 20 kejadian bulan itu, belum ada korban jiwa yang dilaporkan.
Kebakaran juga pernah menimpa bangunan industri. Pada Agustus 2024, pabrik karet di kawasan PT Lonsum, Pallagisang, Ujung Loe, terbakar.
Armada yang Pernah Berkurang
Kesiapan alat pernah jadi soal tersendiri. Pada Juli 2024, satu unit mobil tangki mangkrak setelah mengalami kecelakaan dan belum diperbaiki.
Empat unit lainnya disebut mengalami kerusakan sedang dan ringan. Keterangan itu dibenarkan pejabat yang saat itu memimpin satuan.
Tugas yang Tidak Berhenti di Api
Pada musim kemarau, dinas yang sama mengerjakan hal lain. Pada September 2026, Damkar menyalurkan 18.000 liter air bersih ke tiga titik di Ujung Loe dan Gantarang.
Artinya kemarau menambah beban dari dua arah sekaligus: kebakaran meningkat, sementara armada yang sama dipakai mengantar air. Latar krisis airnya dimuat terpisah dalam catatan krisis air bersih Bulukumba.
Pencegahan dan Nomor yang Dihubungi
Pencegahan dilakukan lewat sosialisasi, antara lain di Kecamatan Rilau Ale pada Juli 2024. Di tingkat desa, imbauan juga disampaikan kepala desa menjelang puncak kemarau.
Nomor yang bisa dihubungi saat keadaan darurat dimuat terpisah dalam daftar nomor darurat Bulukumba.
Satu angka belum tersedia: jumlah kejadian kebakaran per tahun sesudah 2023, sehingga tren terbarunya belum bisa dibandingkan dengan angka itu. ***
Rangkuman berita Bulukumba sepekan terakhir, lengkap dengan tanggal dan tautannya, ada di Rangkuman Berita Bulukumba Pekan Ini.
