RUBRIK.co.id, BULUKUMBA- Meski telah digusur namun sejumlah warga Pantai Merpati masih terus melakukan perjuangan dan menuntut keadilan.
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Peduli Korban Penggusuran Pantai Merpati menggelar aksi unjuk rasa di alun-alun kota Kabupaten Bulukumba, Minggu, 27 Februari 2022.
Aksi damai itu digelar dalam rangka menuntut pemerintahan Andi Muchtar Ali Yusuf dan Edy Manaf agar memperhatikan nasib warga korban penggusuran Pantai Merpati.
Para pendemo ini mengusung tema ‘Dicerita Dulu Baru Menggusur’, di mana tema aksi tersebut sebagai antitesis dari slogan yang identik dengan pemerintah Harapan Baru yakni ‘Dikerja Baru Dicerita’.
‘Dicerita Dulu Baru Menggusur’ sebagai peringatan kepada pemerintah agar sebelum memulai pembangunan terlebih dahulu harus memperhatikan segala aspek, bukan hanya aspek ekonomis, namun juga aspek sosiologis serta ekologisnya apa lagi ada masyarakat yang menjadi korban penggusuran.
Nur Alam selalu koordinator lapangan (Koorlap) dalam orasinya menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten Bulukumba termasuk menuntut agar warga korban penggusuran diberikan hunian sementara yang layak.
“Warga Pantai Merpati menolak tumbang. Pemkab Bulukumba harus bertanggung jawab, sediakan hunian layak tetap untuk korban penggusuran,” ketusnya.
Berdasarkan pantauan media ini pada aksi demonstrasi itu terlihat sejumlah anak-anak di bawah umur yang turut serta dalam barisan pendemo.
Anak-anak tersebut merupakan anak-anak dari warga yang saat ini masih bertahan di sekitar lokasi penggusuran.
Mereka bertahan karena memang tidak memiliki tempat tinggal selain di rumahnya yang telah rata dengan tanah di pesisir pantai merpati.
Bahkan sebelumnya, salah satu warga menggelar acara pernikahan di lokasi pengungsian. (**)






