Warkop Ratulangi Tempat Favorit untuk Menikmati Kopi Tradisional

Rubrik Redaksi
1000319511 11zon scaled
Peracik kopi Warkop Ratulangi saat menyajikan kopi tradisional. (Ist)

RUBRIK.co.id, BULUKUMBA — Di balik riuhnya Kota Bulukumba, yang terus berkembang. Tumbuh sebuah Warung Kopi (Warkop) yang terletak di tengah-tengah pusat perbelanjaan di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

 

 

Warkop itu bernama Ratulangi, letaknya yang berada di Jalan Sam Ratulangi, membuat warkop ini dinamakan Warkop Ratulangi. Nama itu diberikan bukan tanpa alasan, akan tetapi untuk lebih mudah diingat oleh penikmat kopi.

 

 

Perjalanan Warkop ini dimulai sejak tahun 2022, dimana awalnya ruko yang ditempati merupakan tempat penjualan textile, namun penjualan textile mulai redup. Akhirnya pemilik memutuskan untuk membuka warkop.

 

 

Mengingat masyarakat Bulukumba, cukup betah berlama-lama di warkop untuk sekadar nongkrong asyik dan berbagi cerita, yang menjadi simbol keakraban masyarakat lokal.

 

 

 

“Awalnya disini toko textile, penjualan gorden mulai redup, sehingga dicoba untuk buka warkop di ruko sebagian, namun seiring berjalannya waktu pengunjung mulai ramai, jadi kita buka semua. Itu di tahun 2022, ini ruko sendiri,” cerita Midding, Owner Warkop Ratulangi, kepada Rubrik.co.id, Rabu 25 Juni 2025.

 

 

Kini telah memasuki tahun ketiga. Warkop Ratulangi tak pernah sepi dikunjungi, karena cita rasa kopi yang disajikan oleh peracik membuat penikmatnya menjadi betah. “Kopi tradisional ini diracik oleh Awal, yang berpengalaman dan sudah cukup lama menggeluti dunia kopi,” kata dia.

 

 

 

Harga yang kopi yang relatif terjangkau, mulai dari Rp7.000 ribu rupiah untuk kopi susu gelas kecil, dan gelas besar Rp10.000 ribu, sedangkan kopi hitam Rp5.000 rupiah untuk gelas kecil, gelas besar Rp7.000 rupiah, bukan hanya kopi, juga menyajikan teh susu dan milo. Bagi masyarakat yang tidak sempat menikmati kopi ditempat, warkop ini juga menyediakan take away.

 

 

Yang menarik, di tengah tren kedai kopi modern yang mahal. Warung Ratulangi tetap mempertahankan harga terjangkau sebagai bentuk konsistensi pada nilai kerakyatan.

 

 

Warkop Ratulangi tempat bertemunya semua kalangan, baik pejabat, masyarakat, hingga pelajar mahasiswa, larut dalam suasana yang sederhana. (**)