RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Musim panen cengkeh di sejumlah wilayah di kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan mulai berlangsung, namun hal tersebut berbanding lurus dengan dengan harga jual petani, Kamis 20 juli 2025.
Dari informasi rubrik.co.id saat ini sejumlah petani cengkeh desa di kecamatan di kabupaten Bulukumba sudah mulai panen , salah satunya di kecamatan Kindang dan Gantarang.
Ismail petani cengkeh asal kecamatan Gantarang mengatakan baru kemarin Rabu 9 juli 2025 menjual cengkeh baru panen dengan harga Rp34.000.00 yang beberapa pekan lalu masih bertahan diharga Rp38.000.00 rupiah perkilogram.
“Saya bawa ke pedagang kemarin cuman dibelikan Rp34.000.00 perkilogram cengkeh basah,” kata Ismail.
Syamsir petani cengkeh asal kecamatan Gantarang mengungkap hal yang sama kalau harga cengkeh basah saat ini turun, padahal sudah memasuki musim panen raya.
Menurut Syamsir dua hari lalu dia menjual cengkeh basah hasil panen di kebunnya cuman diharga Rp33.000.00 perkilogram.
“Harga beli dikalangan pedagang memang berbeda tergantung dari kuwalitas cengkeh,” ujarnya.
Sementara itu untuk cengkeh kering juga mengalami penurunan harga dari Rp115.000.00 turun menjadi Rp95.000.00 sampai Rp98.000.00 perkilogram.
“Harga cengkeh baik yang baru panen hingga yang kering mengalami penurunan,” Kata Syamsir.
Sementara itu salah seorang pedagang hasil Bumi di kabupaten Bulukumba membenarkan adanya penurunan harga cengkeh baik basah maupun yang kering.
“Turun harga memang dari awal panen perdana beberapa waktu lalu,” kata H Suma kepala wartawan .
H.Suma mengatakan penurunan ini terjadi karena pemasok cengkeh dari luar daerah seperti jawa mengaku kalau saat ini harga memang lagi turun .
Lanjut H.Suma namun dia meyakini harga akan kembali setelah melewati musim hujan.
” Turunnya harga cengkeh juga dipengaruhi dengan musim saat ini yang terkadang masih sering turun hujan,” tegas H Suma.
Sebagai pedagang dia harus ikut harga pemasok, karena kalau hal itu tidak diikuti sudah dipastikan pedangang hasil bumi akan merugi.****






