Semakin Diminati Warga Bulukumba, Begini Tips Menanam dan Panen Porang

Irwan Rubrik
3464 Cara Tanam Porang Tanpa
Ilustrasi tanaman porang (foto-wahananews.co)

RUBRIK.co.id, BULUKUMBA- Tanaman umbi-umbian yang dikenal dengan nama Porang terus dikembangkan di kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Sejumlah petani bahkan banyak beralih menanam porang dibandingkan dengan komoditi lainya seperti cengkeh dan kopi.

Bahkan tanaman yang dinilai menjanjikan ini mulai digandrungi warga salah satunya di kecamatan Kindang.

Hadirnya tanaman porang ditunjang dengan harga yang dinilai mahal dan dengan adanya pabrik pengolahan Porang membuat warga mulai beramai-ramai memanfaatkan lahan kosong mereka untuk menanam porang.

Warga bahkan tidak tanggung-tanggung mengeluarkan biaya besar untuk mendapatkan bibit Porang yang bisa menghasilkan buah yang baik dan siap jual.

Begini tipa agar Budidaya Porang agar Cepat Panen di lahan terbuka merupakan langkah yang menjanjikan untuk meraih kesuksesan dalam dunia pertanian. Untuk mencapai hasil panen yang optimal mengikuti serangkaian tahapan yang tepat. Simak cara budidaya porang agar cepat panen berikut ini dikutip dari situs Honda Powerproducts.co.id.

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah
pemilihan bibit yang berkualitas. harus memastikan bibit yang akan ditanam memiliki kualitas yang baik dan bebas dari penyakit.

Untuk mendapatkan bibit yang berkualitas menghubungi petani berpengalaman atau mencari produsen benih terpercaya. Sebelum memulai penanaman, pastikan untuk memeriksa bibit dengan saksama, termasuk keadaan umbinya dan apakah ada tanda-tanda penyakit atau tidak.

Setelah memiliki bibit yang berkualitas, langkah selanjutnya mempersiapkan lahan yang optimal. Porang biasanya tumbuh dengan baik di lahan yang memiliki tingkat kelembapan yang cukup.

Pastikan lahan memiliki sistem drainase yang baik agar air tidak tergenang, karena akumulasi air berlebihan dapat merusak tanaman porang. Selain itu perlu melakukan pengolahan tanah yang cermat dengan memberikan pupuk organik agar tanah menjadi subur. Pastikan juga pH tanah berada dalam kisaran yang cocok untuk pertumbuhan porang.

Setelah persiapan lahan selesai, saatnya untuk melakukan penanaman porang selanjutnya dapat memilih untuk menanam porang langsung di lahan terbuka atau menggunakan pola tanam yang lebih intensif seperti pola tumpang sari.

Pastikan menanam bibit dengan kedalaman yang sesuai, yaitu sekitar 5 hingga 10 cm di bawah permukaan tanah. Jarak antar tanaman juga perlu diperhatikan agar porang memiliki ruang yang cukup untuk tumbuh dengan optimal.

Perawatan tanaman porang memegang peranan penting dalam kesuksesan budidaya. dan perlu diperhatikan juga kelembaban tanah selama pertumbuhan porang dengan memberikan penyiraman yang cukup.

Selain itu, pemupukan secara rutin sesuai dengan kebutuhan tanaman juga diperlukan untuk mendukung pertumbuhan yang sehat. Pengawasan terhadap hama dan penyakit juga sangat penting dalam budidaya porang. Jika terdapat tanda-tanda serangan hama atau penyakit, segera ambil tindakan yang tepat untuk mengendalikannya.

Lanjut porang merupakan tanaman yang membutuhkan kelembaban yang cukup untuk pertumbuhannya, terutama pada musim kemarau. Namun, perlu diingat bahwa penyiraman berlebihan dapat menjadi masalah serius. Oleh karena itu, penting untuk memantau kelembaban tanah secara rutin.

Para petani juga perlu memastikan tanah tempat porang tumbuh selalu lembap, tetapi jangan sampai tergenang air. Untuk mengatasi tantangan ini, penerapan sistem irigasi yang baik dapat menjadi solusi yang efisien. Untuk menerapkan metode irigasi, bisa menggunakan pompa air yang dibekali dengan teknologi canggih.

Selain itu, perlu diperhatikan juga frekuensi penyiraman yang disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan kondisi cuaca. Melakukan penyiraman dengan bijak akan membantu memastikan porang tumbuh dengan sehat dan menghasilkan umbi yang berkualitas tinggi saat panen tiba.

Menentukan waktu yang tepat untuk panen porang merupakan hal yang sangat krusial dalam budidaya ini. Umumnya, panen porang dilakukan setelah 8 hingga 12 bulan setelah penanaman, tetapi hal ini bervariasi tergantung pada kondisi pertumbuhan dan jenis varietas porang. Tanda-tanda porang sudah siap untuk dipanen yaitu ketika daun-daun porang mulai menguning dan layu.

Saat melakukan panen, penting untuk melakukannya dengan hati-hati agar tidak merusak umbi yang berada di bawah tanah, bisa menggunakan alat yang tepat, seperti cangkul atau sekop, untuk menggali umbi secara perlahan dan berhati-hati.

Setelah menggali umbi, tahap selanjutnya adalah membersihkan umbi porang dengan teliti. Proses ini melibatkan pemisahan umbi dari tanah dan akar, serta pembersihan umbi dari kotoran atau sisa-sisa tanaman. Umbi yang telah dibersihkan siap untuk dijual atau diolah lebih lanjut.

Setelah berhasil panen porang, tindakan pasca-panen adalah kunci untuk menjaga kualitas dan daya tahan umbi. Langkah pertama yang perlu dilakukan yaitu membersihkan umbi porang secara menyeluruh dengan menggunakan air bersih.

Pastikan semua tanah dan kotoran telah dihilangkan dari permukaan umbi. Setelah membersihkannya, umbi porang perlu dikeringkan dengan baik sebelum disimpan atau dijual. Proses pengeringan ini bertujuan untuk mencegah pertumbuhan jamur dan mempertahankan kualitas umbi.

Porang menjemur umbi di bawah sinar matahari langsung atau menggunakan alat pengering yang sesuai. Tidak hanya itu, pastikan untuk menyimpan umbi porang di tempat yang sejuk dan kering dengan ventilasi yang baik. Selamat mencoba. ***