RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Keluarga mayat pria yang ditemukan di depan salah satu rumah warga di desa Bontomatenne, kecamatan Rilau Ale, kabupaten Bulukumba minta korban di otopsi.
Keluarga Korban Minta Otopsi Kasus Pria Tewas di Bulukumba
Kepala desa Bontotenne Syahiruddin yang dikonfirmasi wartawan mengatakan kalau keluarga korban Sarman yang ditemukan tewas di depan salah satu rumah warganya meminta untuk dilakukan otopsi dengan alasan tidak terima dengan tewasnya korban secara tiba-tiba.
“Benar keluarga korban minta agar dilakukan otopsi karena ada kecurigaan meninggal tidak wajar,” kata Syarifuddin.
Menurut Syarufiddin sebelum ditemukan meninggal dunia , korban Sarman sempat terlihat sedang bermain domino dengan warga, namun saat subuh sudah ditemukan meninggal dunia di depan rumah warga.
“Kalau sakit almarhum tidak ada keluhan sakit, makanya itu alasan keluarga untuk melakukan otopsi untuk mengungkap misteri Kematian dari korban,” ujar kepala desa Bontotenne.
Sementara itu Waris tetangga korban mengatakan kalau pihak keluarga Sarman meminta untuk dilakukan otopsi untuk mengungkap penyebab kematian dari korban.
“Keluarga korban bersih keras dan meminta agar mayat di otopsi, karena ada keganjalan atas tewas yang bersangkutan,” ujar Waris.
Kerabat korban mencurigai kematian Sarman sangat mencurigakan , karena meninggal secara misterius tanpa sakit ataupun ada keluhan lainya.
Sementara itu Kanit Reskrim Polsek Rilau Ale Aipda Supriadi yang dikonfirmasi wartawan mengatakan kalau keluarga korban telah berada di polres Bulukumba untuk melaporkan kejadian penemuan mayat.
Keluarga korban melaporkan adanya dugaan ketidak wajaran tewasnya Sarman (korban) sehingga meminta kasus ini di selidiki kepolisian dan meminta untuk dilakukan otopsi.
“Soal otopsi terhadap mayat korban kita akan lakukan di rumah sakit Bhayangkara Makassar,” kata Supriadi.
Kronologi Penemuan Mayat di Desa Bontomatenne
Sebelumnya warga desa Bontomatenne, kecamatan Rilau Ale di gegerkan dengan penemuan mayat pria di depan rumah warga Senin dini hari 20 September 2025 sekitar pukul 5:00 usai sholat subuh.
Korban pertama kali ditemukan pemilik rumah bernama Linda bersama suaminya Erwin warga desa Bontomatenne.
Penemuan mayat tersebut akhirnya di laporkan kepemerintah desa dan Kepolisian polres Bulukumba.***






