Rubrik.co.id – ICS Compute resmi menjadi perusahaan Indonesia pertama yang meraih sertifikasi AWS Premier Tier Partner, level tertinggi dalam ekosistem kemitraan Amazon Web Services (AWS).
Status ini menempatkan ICS Compute di antara 1% partner teratas dari lebih 140.000 AWS Partner di seluruh dunia.
Pencapaian Premier Tier merupakan tingkatan tertinggi dalam jalur kemitraan layanan AWS.
Untuk meraihnya, perusahaan harus menunjukkan kinerja bisnis yang kuat, volume peluang yang signifikan, investasi berkelanjutan pada pengembangan SDM bersertifikasi, serta rekam jejak implementasi solusi cloud berskala enterprise yang tervalidasi langsung oleh AWS.
CEO ICS Compute Budhi Wibawa mengatakan bahwa pengakuan ini merupakan tonggak penting bagi ekosistem teknologi di Tanah Air. “Dari perspektif geopolitik teknologi, ini penting.
Saat banyak negara mulai memperketat aturan terkait data residency, kapasitas lokal untuk mengelola infrastruktur cloud kritis bukan lagi opsi, tapi keharusan,” ujarnya.
Momentum tersebut bertepatan dengan penerapan penuh Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) yang berlaku sejak Oktober 2024.
Keberadaan Premier Partner lokal dinilai dapat membantu perusahaan Indonesia mempercepat pemenuhan kepatuhan regulasi, termasuk mitigasi risiko sanksi yang dapat mencapai Rp10 miliar apabila terjadi pelanggaran atau kegagalan menunjuk petugas perlindungan data (DPO).
Budhi menegaskan bahwa banyak perusahaan fintech dan perbankan yang selama ini menunda migrasi ke cloud akibat kekhawatiran terkait compliance dan ketersediaan talenta.
“Dengan status Premier, kami menunjukkan bahwa kapabilitas tersebut kini tersedia di dalam negeri, mengakhiri ketergantungan pada konsultan asing untuk proyek migrasi yang kompleks,” katanya.
Sebagai Premier Tier Partner, ICS Compute memperoleh akses prioritas untuk teknologi dan program terbaru AWS, termasuk layanan Generative AI seperti Amazon Bedrock dan Amazon SageMaker. Dengan lebih dari 70 sertifikasi tingkat Professional dan Specialty, perusahaan ini juga menjadi salah satu mitra utama AWS dalam menguji layanan baru di Indonesia.
Selain mendukung transformasi digital, kehadiran Premier Partner lokal juga diharapkan mempercepat pengembangan talenta teknologi Indonesia. Budhi menyebut keterlibatan engineer lokal dalam proyek strategis menjadi modal penting bagi peningkatan daya saing.
“Talenta kami terlibat langsung dalam proyek nyata dari migrasi SAP, modernisasi aplikasi perbankan, hingga implementasi AI. Pengalaman seperti ini yang membuat lulusan Indonesia kompetitif di level regional,” ungkapnya.
Indonesia diperkirakan membutuhkan 453.000–600.000 talenta digital baru setiap tahun hingga 2030, sejalan dengan target Pemerintah mencetak 9 juta talenta digital.
Peran Premier Partner lokal dinilai bisa mengurangi kesenjangan kebutuhan tersebut melalui percepatan pelatihan, sertifikasi, dan proyek industri berskala besar.
Dari sisi pasar, kebutuhan layanan cloud dan managed services di Indonesia terus meningkat. Pada 2025, pasar managed services diperkirakan mencapai US$340–364 juta dan pasar cloud sekitar US$2,46 miliar. Ekonomi digital Indonesia sendiri diproyeksikan menembus US$110 miliar pada 2025, terbesar di Asia Tenggara.
Dengan potensi tersebut, keberadaan Premier Tier lokal memungkinkan sebagian besar belanja konsultasi cloud yang sebelumnya dominan dipegang perusahaan asing dapat dialihkan ke dalam negeri. Kondisi ini dinilai akan memperkuat ekosistem digital nasional dan meningkatkan posisi Indonesia sebagai pemain utama layanan cloud di kawasan.
Keberadaan AWS Jakarta Region yang kini didukung Premier Partner dalam negeri juga meningkatkan peluang masuknya investasi digital global. Banyak perusahaan multinasional mensyaratkan mitra lokal bersertifikasi global sebelum membuka pusat operasi di sebuah negara—kriteria yang kini dipenuhi ICS Compute.
“Ini milestone, bukan garis akhir,” tutup Budhi. “Dalam dua sampai tiga tahun ke depan, kami ingin ketika orang berbicara tentang cloud excellence di Asia Tenggara, Indonesia berdiri sejajar dengan Singapura. Kami percaya itu sangat mungkin terjadi.”
Tentang ICS Compute
ICS Compute merupakan perusahaan penyedia solusi cloud dan konsultasi teknologi asal Indonesia yang melayani perusahaan multinasional, lokal, hingga startup.
Dengan lebih dari 70 engineer profesional, lebih dari 500 migrasi beban kerja, dan lebih dari 550 klien aktif, ICS Compute menyediakan layanan implementasi cloud, keamanan siber (Cybercushion), Generative AI (Redpumpkin.ai), dan advisory services melalui ICS Consulting.
Perusahaan ini telah meraih berbagai kompetensi resmi dari AWS, termasuk GenAI Competency, Migration Services Competency, Resilience Competency, Security Competency, DevOps Competency, serta menjadi AWS Advanced Training Partner.
ICS Compute juga menjadi AWS Partner of The Year selama lima tahun berturut-turut.






