Rubrik.co.id – Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman memastikan ketersediaan telur ayam ras nasional berada dalam kondisi aman dan mencukupi, meskipun terjadi peningkatan kebutuhan untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepastian tersebut disampaikan Mentan saat meninjau kondisi pangan nasional pada Kamis (22/1/2026).
Ia menegaskan bahwa pasokan telur tidak hanya aman, tetapi harga di tingkat produsen justru berada di bawah harga acuan pembelian (HAP) yang telah ditetapkan pemerintah sebesar Rp26.500 per kilogram.
“Sudah kita hitung tadi, malah harganya turun menjadi Rp23 ribu per kilogram,” ujar Andi Amran Sulaiman.
Menurutnya, pemerintah terus berupaya menjaga keseimbangan harga agar tetap adil bagi seluruh pihak, mulai dari peternak, pengusaha, pedagang, hingga konsumen.
Ia mengakui menjaga stabilitas harga pangan bukan perkara mudah karena selalu ada pihak yang merasa dirugikan di setiap kondisi harga.
Ketika harga turun, peternak mengeluh. Saat harga naik, konsumen keberatan. Sementara ketika harga berada di posisi tengah, pengusaha pun belum tentu puas.
“Jadi memang jadi Menteri Pertanian cukup berat. Saya minum pil sabar,” ucapnya.
Pemerintah Siapkan Pabrik Pakan dan Jaga Stok Pangan Strategis
Untuk menjaga keberlanjutan usaha peternak sekaligus stabilitas pasokan pangan nasional, Mentan mengungkapkan pemerintah akan membangun pabrik pakan ternak secara bertahap.
Pada tahap pertama akan dibangun 12 unit pabrik, disusul 18 unit pada tahap kedua.
Pabrik tersebut dirancang untuk memproduksi pakan ternak, obat-obatan, vaksin, serta anak ayam atau day old chicken (DOC) dengan harga terjangkau.
Langkah ini diharapkan dapat menekan biaya produksi peternak dan menjaga harga pangan tetap stabil di pasar.
Selain telur ayam ras, Mentan juga memastikan stok pangan strategis lainnya dalam kondisi aman menjelang Ramadhan hingga Lebaran.
Ia menyebutkan stok beras nasional hingga Januari 2026 mencapai 3,3 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah.
Sementara itu, stok minyak goreng yang dikelola Bulog tercatat mencapai 700 ribu ton. Untuk komoditas daging sapi, Mentan memastikan pasokan tetap terjaga dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Tidak ada alasan harga naik. Semua unsur terlibat sepakat untuk tidak menjual pangan strategis kita di atas harga eceran tertinggi (HET),” tegasnya.
Ia juga menambahkan telah berkoordinasi dengan Menteri Perdagangan terkait penerbitan izin impor daging sapi guna menjamin ketersediaan pasokan di dalam negeri, sehingga stabilitas harga pangan dapat terus terjaga. ***






