Rubrik.co.id – Kepala es asal Prancis Remy Boehler menyatakan keyakinannya terhadap kualitas lintasan es di Milano Ice Skating Arena meski mendapat beragam tanggapan dari atlet Olimpiade Musim Dingin 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah berlangsungnya nomor figure skating dan short track speed skating yang memunculkan perbedaan pendapat dari para peserta.
Sebagian atlet menilai kondisi es terlalu lunak dan memicu banyak insiden jatuh, terutama pada nomor short track.
Menanggapi hal itu, Boehler menjelaskan bahwa setiap atlet memiliki persepsi berbeda, namun standar es yang digunakan tetap sama untuk semua peserta.
Standar Es Berbeda Tiap Cabang
Boehler mengungkapkan bahwa pemantauan kualitas dilakukan secara real time, mulai dari suhu udara, kualitas air, ketebalan, hingga temperatur es.
Untuk figure skating, es dijaga pada suhu sekitar minus 3,5 derajat Celsius agar lebih empuk dan mendukung lompatan atlet.
Sebaliknya, lintasan short track diatur lebih dingin pada kisaran minus enam hingga minus tujuh derajat Celsius supaya bilah sepatu dapat mencengkeram es dengan cepat.
Proses peralihan karakter es dilakukan hampir setiap hari, bahkan bisa dua kali dalam satu hari, demi menyesuaikan jadwal pertandingan.
Tekanan kerja meningkat tajam pada 10 dan 16 Februari karena dua disiplin berbeda harus berbagi arena di hari yang sama.
Boehler didukung tim lintas negara yang terdiri dari teknisi es Prancis, Amerika Serikat, Italia, serta mekanik asal Kanada.
Kolaborasi tersebut, menurutnya, memungkinkan pertukaran pengetahuan dan menjaga konsistensi kualitas lintasan sepanjang Olimpiade.
Hasil kerja tim tercermin dari catatan prestasi atlet, termasuk rekor Olimpiade estafet campuran short track oleh Belanda dan rekor dunia 500 meter putri oleh Xandra Velzeboer.
“Esnya sangat cepat, dan kami yakin telah memberikan kualitas terbaik setiap hari,” ujar Remy Boehler.






