Rubrik.co.id – PSIM Yogyakarta membawa pulang satu poin dari markas Semen Padang FC setelah duel pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026 berakhir tanpa gol di Stadion H. Agus Salim, Rabu malam.
Pertandingan yang berlangsung ketat itu memaksa kedua tim menutup laga dengan skor 0-0 meskipun tuan rumah berulang kali mencoba menembus pertahanan tim tamu.
Semen Padang langsung mengambil kendali permainan sejak peluit awal dengan mencoba membangun tekanan melalui penguasaan bola di lini tengah.
Upaya cepat tuan rumah nyaris menghasilkan gol ketika sepakan Kasim Botan membentur tiang gawang yang dikawal Cahya Supriadi di awal pertandingan.
PSIM Yogyakarta tidak tinggal diam dan sesekali melancarkan serangan balik cepat untuk meredam dominasi tuan rumah.
Kartu Merah Ubah Laga
Situasi sulit menghampiri PSIM pada menit ke-38 setelah Fahreza Sudin mendapat kartu merah langsung dari wasit Naufal Adya Fairuski.
Pelanggaran terhadap Samuel Christianson Simanjuntak membuat gelandang tersebut harus meninggalkan lapangan lebih cepat.
Kehilangan satu pemain memaksa tim tamu menyesuaikan pendekatan permainan agar tetap mampu menjaga keseimbangan di lapangan.
Pelatih PSIM Yogyakarta, Johnny Jansen Van Gastel, menyebut jalannya laga berubah setelah insiden kartu merah tersebut.
“Saya rasa sampai terjadinya kartu merah, permainannya seimbang,” ujar Van Gastel.
Ia kemudian menginstruksikan timnya untuk menurunkan garis pertahanan agar mampu meredam tekanan yang datang dari kubu Semen Padang.
Barisan belakang Laskar Mataram tampil disiplin sepanjang sisa pertandingan untuk menutup ruang gerak para penyerang tuan rumah.
Ketangguhan pertahanan PSIM membuat Semen Padang kesulitan menemukan celah meski memiliki keunggulan jumlah pemain.
Van Gastel mengapresiasi daya juang timnya yang tetap mampu menjaga konsentrasi hingga peluit panjang berbunyi.
Menurutnya, kerja keras seluruh pemain di lapangan membuat hasil imbang tersebut terasa seperti kemenangan bagi timnya.
Winger PSIM, Riyatno Abiyoso, juga menyampaikan penghargaan kepada rekan setimnya yang mampu mempertahankan poin dalam kondisi sulit.
PSIM akhirnya meninggalkan Padang dengan satu poin setelah mampu bertahan hingga akhir laga meski bermain dengan sepuluh pemain.






