PSIM Yogyakarta Siap Hadapi Tekanan Persijap Jepara di Stadion Sultan Agung

Azka Fachri
PSIM Yogyakarta membidik kemenangan saat menjamu Persijap Jepara di Bantul sambil mewaspadai kebangkitan tim tamu.
PSIM Yogyakarta membidik kemenangan saat menjamu Persijap Jepara di Bantul sambil mewaspadai kebangkitan tim tamu.

Rubrik.co.id – PSIM Yogyakarta bersiap menjamu Persijap Jepara pada pekan ke-25 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Rabu malam dengan target mengamankan tiga poin.

Pertandingan yang dimulai pukul 20.30 WIB tersebut menjadi kesempatan bagi Laskar Mataram untuk memperbaiki posisi di papan klasemen.

PSIM saat ini menempati peringkat kedelapan dengan koleksi 37 poin dari 24 pertandingan yang sudah dilalui musim ini.

Tambahan tiga poin atas Persijap akan membuka peluang bagi tim tuan rumah untuk naik satu tingkat ke posisi ketujuh klasemen sementara.

Di sisi lain, Persijap datang dengan situasi berbeda karena masih berjuang menjauh dari zona degradasi.

Tim asal Jepara itu berada di peringkat ke-15 dengan koleksi 20 poin dari 24 laga dan hanya terpaut tipis dari batas zona merah.

Laga Diprediksi Ketat

Perbedaan posisi di klasemen tidak membuat PSIM memandang remeh kekuatan Persijap yang datang dengan ambisi tinggi.

Persijap diyakini akan memberikan perlawanan keras karena setiap poin sangat berharga dalam usaha mereka menjauh dari ancaman degradasi.

Kedua tim juga sama-sama tidak tampil dengan kekuatan penuh dalam pertandingan kali ini.

PSIM dipastikan kehilangan Fahreza Sudin yang harus menjalani hukuman kartu merah dari laga sebelumnya.

Persijap juga datang tanpa dua pemain penting yakni Jose Luis Espinosa Arroyo serta Wahyudi Hamisi.

Pelatih PSIM, Jean Paul Van Gastel, menyebut tim tamu mengalami peningkatan performa sejak kedatangan sejumlah pemain baru pada putaran kedua.

“Kami kehilangan satu pemain karena kartu merah, sedangkan Persijap membawa sekitar sepuluh pemain baru yang cukup berkualitas sehingga pertandingan ini akan sulit,” ujar Jean Paul Van Gastel.

Menurutnya, tambahan pemain dari berbagai kompetisi luar negeri membuat permainan Persijap terlihat lebih berkembang dalam beberapa pertandingan terakhir.

Catatan lima poin dari tiga laga terakhir menjadi gambaran peningkatan performa tim asal Jepara tersebut.

PSIM sendiri datang ke laga ini dengan rasa penasaran setelah hasil pertandingan mereka dalam beberapa pekan terakhir belum stabil.

Dari lima pertandingan terakhir, Laskar Mataram hanya meraih satu kemenangan dan empat hasil imbang.

Satu-satunya kemenangan tersebut diraih ketika PSIM menundukkan PSBS Biak dengan skor 4-2 pada pekan ke-23.

Pada pertandingan berikutnya melawan Semen Padang, PSIM harus berbagi poin setelah situasi pertandingan berubah akibat kartu merah yang diterima pemain mereka sejak menit ke-37.

Jean Paul Van Gastel menilai kondisi bermain dengan sepuluh orang sangat memengaruhi penguasaan bola dan struktur permainan timnya.

Ia menegaskan sejumlah detail teknis dalam permainan akan diperbaiki agar tim tampil lebih siap menghadapi Persijap di Bantul.