Madura United Berjuang Keras Selamat dari Zona Merah Liga Musim Ini

Azka Fachri
Madura United. Foto dok
Madura United. Foto dok

Rubrik.co.id – Presiden Madura United FC, Achsanul Qosasi, menegaskan timnya tidak akan menyerah dalam upaya keluar dari zona degradasi pada akhir BRI Super League musim 2025/26.

Tim berjuluk Laskar Sape Kerrab itu saat ini berada di posisi zona merah teratas dengan perolehan 20 poin dari 26 pertandingan.

Perolehan poin tersebut sama dengan Semen Padang FC yang berada satu tingkat di bawah, namun Madura United unggul head to head setelah menang 5-1 pada pertemuan sebelumnya.

Skuat asuhan Rakhmad Basuki hanya terpaut dua poin dari PSBS Biak yang saat ini menempati posisi juru kunci klasemen sementara.

Achsanul mengaku terkejut dengan hasil yang diraih timnya sepanjang musim meski menilai performa dan semangat para pemain sudah cukup baik di lapangan.

Ia menyebut hasil pertandingan yang tidak sesuai harapan menjadi tantangan yang harus segera dibenahi oleh tim.

“Entah apa yang terjadi pada musim ini, walaupun sudah bermain baik dengan semangat tinggi, tapi kami selalu diberi hasil yang tak baik, sampai kasihan saya melihat pemain, kami tak akan menyerah dengan upaya maksimal,” ujar Achsanul.

Madura United Andalkan Laga Kandang di Bangkalan

Madura United dijadwalkan menjalani sisa pertandingan kandang di Stadion Gelora Bangkalan sebagai upaya memaksimalkan poin.

Empat laga kandang tersebut akan mempertemukan Madura United dengan Bali United FC, PSM Makassar, Persik Kediri, dan Dewa United FC.

Manajemen klub berharap dukungan atmosfer kandang di Bangkalan dapat memberikan dorongan tambahan bagi tim untuk meraih hasil maksimal.

Achsanul menyampaikan bahwa sejak awal musim pihaknya telah mengajukan penggunaan stadion tersebut sebagai kandang alternatif.

Ia berharap pertandingan di Bangkalan dapat membawa keberuntungan bagi tim dalam upaya menghindari degradasi.