Persib Tertahan di GBLA, Rekor Sempurna Kandang Terhenti

Azka Fachri
Persib vs Arema. Foto Ileague
Persib vs Arema. Foto Ileague

Rubrik.co.id — Persib Bandung gagal melanjutkan tren kemenangan di kandang setelah ditahan imbang Arema FC tanpa gol pada pekan ke-29 BRI Super League 2025/26 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Jumat (24/4).

Hasil ini sekaligus mengakhiri rekor sempurna Maung Bandung yang sebelumnya menyapu bersih 14 laga kandang dengan kemenangan.

Sepanjang pertandingan, Persib tampil dominan dan menguasai jalannya laga, terutama pada babak kedua.

Namun, rapatnya lini pertahanan tim tamu yang menerapkan strategi bertahan total membuat tuan rumah kesulitan menembus kotak penalti.

Upaya melalui umpan-umpan silang kerap kandas setelah dipatahkan barisan belakang Arema.

Pelatih Bojan Hodak mengakui timnya tampil cukup solid di lini belakang, tetapi mengalami kendala saat membongkar pertahanan lawan.

“Kami punya hal baik dan buruk, secara pertahanan kami bermain dengan cukup baik. Saya merasa Arema tidak mendapatkan peluang sama sekali. Untuk lini tengah kami cukup kesulitan, karena lawan bermain melakukan strategi parkir bus,” kata Hodak.

Meski kesulitan, Persib tetap mampu menciptakan sejumlah peluang. Total 28 percobaan dilepaskan, dengan 12 di antaranya mengarah ke gawang.

Namun, penampilan gemilang kiper Lucas Frigeri membuat seluruh peluang tersebut gagal berbuah gol.

Beberapa peluang emas, termasuk dari Uilliam Barros di babak pertama serta situasi satu lawan satu Beckham Putra, berhasil dimentahkan penjaga gawang asal Brasil tersebut.

“Kami punya banyak peluang, melepaskan 28 tendangan ke gawang tapi kami tidak bisa mencetak gol, ini membuat frustrasi. Kami menghormati Arema karena seringkali bertahan dengan sembilan hingga 10 pemain,” ujarnya.

Hodak menilai kegagalan memaksimalkan peluang menjadi faktor utama yang merugikan timnya.

Hasil imbang ini juga membuat persaingan di papan atas semakin ketat, dengan Borneo FC Samarinda terus memberi tekanan dalam perburuan gelar.

“Saat mendapat peluang harusnya kami bisa mencetak gol. Kami punya peluang bagus tapi tidak bisa cetak gol. Kami masih nomor satu, situasi kian rumit, kami harus fokus ke pertandingan berikutnya,” kata Hodak menegaskan. ***