Rubrik.co.id – BRI Super League 2026/27 yang bergulir sejak 4 September 2026 menghadirkan tiga wajah baru hasil promosi — Garudayaksa FC, PSS Sleman, dan Isenmulang Kalteng FC — ditambah dua klub yang harus memulai musim dengan sanksi pengurangan dua poin karena pindah markas.
Dari ketiga tim promosi, hanya PSS yang bukan pendatang baru sejati. Super Elang Jawa kembali ke kasta tertinggi setelah absen satu musim.
Garudayaksa FC mencatat sejarah dengan tampil di kasta tertinggi untuk pertama kalinya, sementara Isenmulang Kalteng FC — klub yang sebelumnya bernama Adhyaksa Banten — juga menjalani musim perdananya di level teratas sekaligus membawa nama Kalimantan Tengah.

Sanksi Dua Poin karena Pindah Markas
Regulasi lisensi klub musim ini melarang peserta memindahkan markas setelah lisensi diterbitkan, dengan ancaman pengurangan dua poin bagi pelanggarnya.
Dua klub terkena aturan itu. Isenmulang Kalteng pindah dari Banten ke Kalimantan Tengah, sedangkan Java United FC — jelmaan Malut United FC yang musim lalu masih berbasis di Ternate — memboyong markasnya ke Jawa Tengah dan kini bermain di Stadion Jatidiri, Semarang.
Akibatnya, keduanya menjadi satu-satunya klub yang membuka musim dari angka minus dua di klasemen.
Start yang Berat di Pekan Pembuka
Pekan pertama langsung menunjukkan beratnya jalan para pendatang. Isenmulang Kalteng digasak Arema FC 0-4 di Stadion Kanjuruhan pada laga pembuka musim, Jumat, 4 September 2026.
PSS Sleman takluk 1-2 dari Bali United FC, sementara Garudayaksa dan Java United bermain imbang saat saling berhadapan di Stadion Jatidiri, Semarang — hasil yang membuat Garudayaksa mengantongi satu poin, sedangkan Java United tetap tertahan di angka minus satu akibat sanksinya.
Sejarah kompetisi kasta tertinggi menunjukkan tim promosi hampir selalu butuh paruh pertama musim untuk beradaptasi. Bedanya kali ini, dua dari tiga pendatang — plus Java United — harus mengejar dari belakang bahkan sebelum peluit pertama dibunyikan.


