Kapal Bantuan Kemenhub Rp2,3 Miliar di Bulukumba Rusak Tak Dioperasikan

Rubrik Redaksi

RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Kapal bantuan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pada 2018 silam di Bulukumba diduga sudah rusak dan tidak pernah dipungsikan

Kapal yang diperuntukkan mengangkut penumpang dan barang ini menelan anggaran sebesar Rp2,3 miliar dengan ukuran panjang 17,65 meter dan lebar 4 meter, serta menggunakan mesin 35 GT yang dapat mengangkut 24 penumpang saat ini tidak ditahu keberadaanya.

Informasi yang dihimpun Rubrik.co.id mengatakan kapal tersebut terahir terlihat di sekitaran pelabuhan penyeberangan Bira kecamatan Bontobahari dalam kondisi rusak parah bahkan separuh badan kapal sudah tenggelam ke laut beberapa waktu lalu.

Sementara itu kepala dinas Perhubunga kabupaten Bulukumba  H.M. Haerul Nur kepada Rubrik.co.id beberapa waktu lalu mengatakan belum mengetahui kondisi kapal bantuan dari kemenhub tersebut.

” Nanti saya coba tanyakan kebagian yang menangani , karena saya ini baru menjabat sebagai kadishub,” Ujarnya Mantan Staf Ahli Hukum dan Politik pemkab Bulukumba ini.

Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali melalui
Kasubag. Publikasi dan Dokumentasi Humas Pemda Andi Ayatullah Ahmad mengatakan kalau kapal tersebut memang kondisinya sudah rusak dan sudah tidak bisa digunakan lagi.

Lanjut Andi Ayatullah Ahmad dengan kondisi yang rusak tersebut sehingga pemerintah kabupaten Bulukumba mengambil satu mesin kapal tersebut dan digunakan di kapal finisi milik pemkab Bulukumba.

” Iye sudah rusak dan tidak bisa dipakai tapi mesinnya bisa diselamatkan untuk dipakai di kapal Pinisi milik Pemda,”ujarnya.

Sebelumnya kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, mendapat bantuan hibah kapal rakyat dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pada 2018, untuk mendukung tol laut Indonesia sesuai rencana pemerintah pusat yang akan membangun sektor kemaritiman.

Kementerian Perhubungan akan membuat 24 unit kapal rakyat pada 2017, untuk diberikan kepada daerah yang memiliki potensi perairan laut, termasuk Kabupaten Bulukumba, guna mendukung tol laut Indonesia.

Pembuatan kapal sudah dilaksanakan pada 2017 ini melalui tender di Kemenhub, dari 24 kapal tersebut, lima diantaranya dikerjakan di Kabupaten Bulukumba,” ujarnya.

Ada tiga perusahaan asal Provinsi Sulawesi Selatan yang jadi pemenang tender dari 24 paket pembuatan kapal rakyat tersebut, dan satu diantaranya adalah perusahaan dari Bulukumba yaitu PT. Putra Arung Samudra yang kontrak pelaksanaan pekerjaannya sampai dengan 31 Desember 2017.

Kapal yang diperuntukkan mengangkut penumpang dan barang ini menelan anggaran sebesar Rp2,3 miliar dengan ukuran panjang 17.65 meter dan lebar 4 meter serta menggunakan mesin 35 GT yang dapat mengangkut 24 penumpang.(**)