Aliran Air PDAM di Bulukumba Kembali Terganggu, Pengguna Jasa Meradang

Rubrik Redaksi

RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Pelayanan PDAM Bulukumba kembali menuai keluhan dari pelanggan, beberapa warga pengguna air meradang.

Syamsul warga dusun Likukorong desa Bontonyeleng, mengaku sudah tiga hari air di rumahnya tak mengalir.

“Kenapa air PDAM ini tidak mengalir , sudah sering seperti ini, mengalir satu dua hari, tidak mengalir satu bulan, heran saya,” Kesal Syamsul kepada Rubrik.co.id Minggu 19 Juli 2020

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, dia memanfaatkan air galon yang dibeli di warung.

“Mandi, wudhu dan lain-lain pakai air galon. Satu galon 3 ribu dikalikan kebutuhan per hari. Wah, kacau ni PDAM,” katanya lagi.

Keluhan yang sama datang dari H.Sanuddin warga Bontonyeleng lainya. Dia juga mengaku sudah beberapa hari air PDAM tak mengalir di rumahnya.

“Bayar mahal,malah tarif dinaikkan tapi pelayanan buruk, menuntut mahal, tapi pelayanan amburadul” Katanya.

Dia berharap PDAM tidak menyusahkan masyarakat. Ditambah lagi dalam kondisi pandemi corona saat ini.

“Sekarang cuaca tidak menentu, banyak air sumur yang terancam kering, kami minta PDAM benahi pelayanan bagi pelanggan,” Kata Sanuddin.

Sementara itu pengelolah PDAM Bontonyeleng, Pudding membenarkan adanya masalah dengan aliran air PDAM, masalah ini sudah lama dan sudah sering terjadi namun belum juga ada perhatian dari pimpinan.

“Sudah berapa kali saya laporkan setiap ada permasalahan pelanggan dan aliran air kepimpinan,” Ujar Pudding.

Permasalahan yang paling krusial saat ini adalah banyaknya pencurian air yang dilakukan warga didesa Balibo dan Angrihua kecamatan Kindang yang sampai saat ini diperkirakan ada seratusan sambungan liar ke pipa PDAM disana.

“Banyak sekali warga yang mengambil air PDAM dengan ilegal, memasang pipa dengan cara merusak pipa induk yang dipasang.

Pudding mengaku kalau hal ini sudah dilaporkan kepihak pemerintah desa, kecamatan bahkan kepolisian namun sampai saat ini warga masih tetap banyak yang mengambil air secara ilegal.

Hal ini menyebabkan berkurangnya volume air yang mengalir ke pelanggan PDAM, hal ini harus segera disikapi sebelum semakin banyak warga yang mengambil air secara ilegal,” Tutupnya. (**)