RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Kapolres Bulukumba AKBP Gany Alamsyah Hatta segera mengakhiri masa jabatannya di Butta Panrita Lopi.
Hal tersebut setelah keluarnya Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1129/VI/KEP./2021, tanggal 1 Juni 2021.
Screenshoot telegram tersebut beredar di grup-grup WhatsApp, sejak Selasa 1 juni 2021 lalu.
AKBP Gany yang dikonfirmasi perihal kabar tersebut belum memberikan keterangan resminya.
Namun personel Polres Bulukumba telah mengunggah foto AKBP Gany, berikut dengan ucapan selamatnya.
Salah satunya diposting oleh Kepala Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Bulukumba, Ipda Muhammad Ali.
Ipda Muhammad Ali, mengaku sedih bercampur haru atas kabar perpindahan komandannya itu.
“Sedih bercampur haru, sedihnya itu karena kita mau ditinggalkan oleh beliau, di sisi lain kami turut senang dengan diangkatnya beliau sebagai Wadirreskrimsus Polda Sulsel, artinya beliau tetap menjadi pembina fungsi kami di Unit Tipidkor,” kata Ipda Ali
Dimata Ali, Gany merupakan sosok pemimpin yang baik dan ideal.
“Komandan baik sekali, anak buah tetap mengharapkan arahan dan bimbingannya,” kata Ali.
“Yang jelas beliau itu pemimpin yang baik bijaksana, bertanggungjawab, dan selalu mengingatkan ke hal-hal yang baik, sentuhannya kepada anggota itu selalu dengan pendekatan kerohanian,” tambahnya.
Olehnya, itu ia mengaku sangat kehilangan sosok pemimpin yang selama ini menjadi panutannya.
AKBP Gany Alamsyah Hatta bakal digantikan oleh AKBP Suryono Ridho Murtedjo.
AKBP Suryono merupakan mantan Kasubbagrimlur Domat Slog Polri.
Ia mulai menjabat sejak Februari 2020 lalu, setelah sebelumnya menjabat Kapolres Takalar.
Di bawah kepemimpinannya, sejumlah kasus besar berhasil terungkap.
Salah satunya kasus Korupsi Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba.
Kasus yang merugikan negara sebesar Rp13,4 Miliar itu merupakan kasus korupsi dengan nilai kerugian negara terbesar yang pernah ditangani Polres Bulukumba. (**)






