Profil Ruben Amorim, Pelatih Kepala yang Dipecat Manchester United

Azka Fachri
Pelatih MU
Pelatih MU

Rubrik.co.id – Pemutusan hubungan kerja Ruben Amorim sebagai pelatih kepala Manchester United menutup kiprahnya yang singkat namun penuh dinamika di Old Trafford. Manajemen klub secara resmi mengumumkan perpisahan tersebut setelah menggelar rapat darurat pada Senin (5/1/2026) waktu setempat.

Keputusan ini diambil menyusul performa tim yang dinilai tidak konsisten sepanjang satu tahun terakhir, ditambah memanasnya hubungan antara Amorim dan jajaran petinggi klub.

Laporan menyebutkan CEO Manchester United Omar Berrada bersama Direktur Olahraga Jason Wilcox menilai Amorim tidak lagi kapabel memimpin tim hingga akhir musim.

Situasi kian memburuk setelah sang pelatih melontarkan kritik terbuka terkait kewenangannya yang terbatas, terutama dalam urusan transfer pemain.

Amorim merasa tidak mendapat dukungan yang memadai untuk menerapkan skema andalan 3-4-3, sementara klub juga dipastikan tidak aktif di bursa transfer Januari. Ketegangan internal inilah yang akhirnya mempercepat keputusannya untuk didepak.

Ruben Filipe Marques Amorim lahir pada 27 Januari 1985 di Portugal. Sebelum meniti karier sebagai pelatih, ia dikenal sebagai gelandang yang solid saat masih aktif bermain. Amorim menghabiskan masa keemasannya sebagai pemain bersama Benfica setelah bergabung pada 2008.

Bersama klub raksasa Portugal itu, ia meraih total sepuluh gelar utama, termasuk tiga gelar liga domestik, satu Taça de Portugal, lima Taça da Liga, serta satu Piala Super Portugal. Di level internasional, Amorim juga sempat memperkuat tim nasional Portugal dan tampil di dua edisi Piala Dunia FIFA.

Usai gantung sepatu pada 2017, Amorim beralih ke dunia kepelatihan. Langkah awalnya dimulai bersama Casa Pia pada 2018, meski masa baktinya berakhir cepat akibat perselisihan dengan Federasi Sepak Bola Portugal.

Kariernya kemudian menanjak saat dipercaya menangani Braga B sebelum promosi menjadi pelatih tim utama Braga pada Desember 2019. Nama Amorim benar-benar melambung ketika Sporting CP merekrutnya pada Maret 2020 dengan nilai transfer tinggi untuk ukuran pelatih muda.

Di Sporting, Amorim mencatatkan prestasi bersejarah. Pada musim pertamanya, ia mempersembahkan gelar Primeira Liga sekaligus Taça da Liga, mengakhiri penantian gelar liga klub tersebut selama 19 tahun. Keberhasilan itu mengantarkannya meraih penghargaan Pelatih Terbaik Liga Portugal musim 2020–2021.

Ditunjuk November 2024

Ia kembali mengulang sukses dengan membawa Sporting menjuarai liga pada musim 2023–2024 dan kembali dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik. Reputasi inilah yang membuat Manchester United menunjuknya sebagai pengganti Erik ten Hag pada November 2024.

Namun, petualangan Amorim di Inggris tidak berjalan sesuai ekspektasi. Dari total 63 pertandingan bersama Setan Merah, ia hanya mencatatkan rasio kemenangan 38,1 persen dengan 24 kemenangan, 18 hasil imbang, dan 21 kekalahan.

Meski sempat membawa Manchester United melaju hingga final Liga Europa sebelum kalah dari Tottenham Hotspur, performa di kompetisi domestik dinilai belum memuaskan.

Hingga awal Januari 2026, United berada di peringkat keenam klasemen Liga Inggris dengan 31 poin dari 20 pertandingan.

Pasca pemecatan Amorim, Manchester United menunjuk Darren Fletcher sebagai pelatih sementara.

Fletcher yang saat ini menangani tim U-18 akan memimpin tim utama sembari manajemen menunggu momen yang tepat untuk menunjuk pelatih permanen pada musim panas mendatang.

Dalam pernyataan resminya, klub menyampaikan apresiasi atas kontribusi Amorim dan mendoakan yang terbaik untuk perjalanan kariernya ke depan. ***