Daerah  

DVI Pastikan Jenazah di Selat Padar Korban Tenggelamnya Kapal Pinisi Putri Sakinah

Azka Fachri
Proses evakuasi korban kapal pinisi tenggelam di Pulau Komodo
Proses evakuasi korban kapal pinisi tenggelam di NTT

Rubrik.co.id – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Nusa Tenggara Timur memastikan jenazah yang ditemukan di perairan Pulau Komodo merupakan korban tenggelamnya Kapal Pinisi, KM Putri Sakinah di Selat Padar.

Kepastian tersebut disampaikan Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra usai proses pemeriksaan forensik oleh Tim DVI Polres Manggarai Barat bersama tim medis RSUD Pratama Komodo.

Hasil identifikasi menyatakan korban berjenis kelamin laki-laki, berusia 10 tahun, dan merupakan Warga Negara Asing asal Spanyol.

Korban tercatat sebagai salah satu penumpang dalam peristiwa kecelakaan laut KM Putri Sakinah.

Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko memberikan perhatian penuh terhadap proses identifikasi dengan menekankan prinsip profesionalitas dan ketelitian.

Instruksi tersebut diberikan dengan mempertimbangkan status korban sebagai anak dan warga negara asing.

Kapolda NTT juga menegaskan pentingnya akurasi dan tanggung jawab dalam setiap tahapan identifikasi demi kepastian bagi keluarga korban.

Jenazah ditemukan sekitar pukul 13.00 Wita di perairan Pulau Komodo pada hari ke-12 pencarian korban laka laut.

KM Putri Sakinah diketahui tenggelam pada 26 Desember 2025 di perairan Selat Padar.

Penemuan bermula saat nelayan Pulau Komodo menemukan bangkai kamar kapal yang diduga bagian dari KM Putri Sakinah.

Setelah bangkai tersebut ditarik ke pesisir dan tercium bau menyengat, satu jenazah ditemukan di dalamnya.

Temuan itu kemudian dilaporkan kepada tim SAR gabungan untuk proses evakuasi.

Evakuasi dilakukan menggunakan RIB Syahbandar Labuan Bajo, RIB Basarnas Labuan Bajo, dan KN SAR Puntadewa.

Jenazah selanjutnya dibawa ke RSUD Komodo di Labuan Bajo untuk kepentingan identifikasi.

Dalam proses DVI, tim menemukan bukti medis dan odontologi yang menjadi dasar penetapan identitas korban.

Salah satu temuan utama berupa gigi palsu pada bagian geraham meski kondisi jenazah telah mengalami pembusukan lanjut.

Polda NTT menegaskan penghormatan terhadap permintaan keluarga korban agar jenazah tidak ditampilkan ke publik.

Kebijakan tersebut diambil sebagai bentuk perlindungan terhadap korban anak dan penghormatan nilai kemanusiaan.

Satu Korban Masih Pencarian

Hingga kini, tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap korban lainnya.

KM Putri Sakinah mengangkut 11 orang penumpang yang terdiri dari enam wisatawan asing asal Spanyol, satu pemandu wisata, dan empat anak buah kapal termasuk kapten.

Total korban meninggal dunia akibat peristiwa ini tercatat sebanyak tiga orang.

Sebanyak tujuh korban berhasil ditemukan selamat dan satu korban lainnya masih dalam pencarian.

Kapal wisata berukuran 27 Gross Tonnage tersebut tenggelam saat berlayar dari Pulau Kambing menuju Pulau Komodo.

Cuaca buruk disertai gelombang tinggi disebut menjadi faktor utama kecelakaan laut tersebut.

Lokasi tenggelamnya kapal berada di sebelah barat Pulau Flores pada koordinat 08°36’35.26″S – 119°36’42.84″E.