Rubrik.co.id – Frasa Dinasti StandUp Komedi dan Pandji Jualan Bully menjadi trending topik di platform X hari ini, Kamis 8 Januari 2026.
Perbincangan ini dipicu gelombang kritik warganet terhadap komika Pandji Pragiwaksono, yang dinilai kerap membungkus materi olok-olok personal dan sensitif sebagai kritik sosial.
Sejumlah pengguna X menilai konsep Dinasti StandUp Komedi yang dibawa Pandji semakin terasa elitis dan berulang.
Kritik tersebut menguat setelah potongan video lama serta rekam jejak materi stand up comedy Pandji kembali beredar dan dikaitkan dengan pola komedi yang dianggap menyerang tanpa empati.
Akun D4NT3 (@G0LIATH87) menuliskan bahwa dalam panggung Dinasti StandUp Komedi, Pandji kerap disebut menjual materi bully yang dibungkus kritik.
Menurut akun tersebut, materi yang dibawakan dinilai mengolok adat Toraja, merendahkan simbol hewan, menyentil organisasi keagamaan seperti NU dan Muhammadiyah secara general, hingga mengejek Presiden, Wakil Presiden, dan Pemerintah.
“Di panggung Dinasti StandUp Komedi, Pandji jualan bully yang kerap disebut kritik, padahal mengolok adat Toraja hingga menyentil NU dan Muhammadiyah secara general,” tulis akun tersebut.
Kritik serupa disampaikan oleh Alin Bashir (@alinnabashira).
Ia menyebut banyak pihak mulai muak karena Dinasti StandUp Komedi dinilai makin elitis dan berulang, sementara materi Pandji disebut sebagai sindiran personal yang dibungkus kritik sosial.
“Banyak yang mulai muak karena Dinasti StandUp Komedi makin terasa elitis dan berulang. Pandji jualan bully dibungkus kritik sosial, rekam jejak politiknya ikut kebaca sejak Pilkada DKI 2017,” tulis Alin Bashir.
Sementara itu, akun Bucarbacer (@siolleeee) menilai Pandji terus berlindung di balik label kritik sosial, padahal materi yang dibawakan dalam Dinasti StandUp Komedi dinilai semakin jelas menyerang tanpa empati.
“Pandji terus berlindung di label kritik sosial, padahal Dinasti StandUp Komedi yang ia bawa makin dipenuhi pola jualan bully,” tulis akun tersebut.
Dilapor Kerukuan Warga Toraja
Di tengah ramainya perbincangan publik di X, kasus ini juga beririsan dengan proses hukum tahun lalu.
Aliansi Pemuda Toraja telah melaporkan Pandji Pragiwaksono ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri atas dugaan penghinaan dan ujaran bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
Laporan tersebut teregister dengan nomor 01/LP/APT/XI/2025. Perwakilan pelapor, Ricdwan Abbas Bandaso, menyatakan laporan telah disampaikan secara resmi.
“Kami sudah selesai bikin laporan,” kata Ricdwan dalam keterangan tertulis, Senin, 3 November 2025.
Ricdwan menilai Pandji telah melecehkan dan merendahkan martabat masyarakat Toraja melalui materi stand up comedy yang dibawakannya.
Ia merujuk pada cuplikan video lama yang kembali beredar, di mana ritual pemakaman Suku Toraja dijadikan materi candaan dalam penampilan Pandji pada 2013.
Aliansi Pemuda Toraja menilai pernyataan tersebut menyesatkan serta melukai harga diri dan kehormatan adat Toraja yang diwariskan turun-temurun.
Hingga berita ini diturunkan, Pandji Pragiwaksono belum memberikan pernyataan resmi terkait ramainya perbincangan Dinasti StandUp Komedi dan Pandji Jualan Bully yang menjadi trending topik di X, maupun terkait laporan hukum yang telah dilayangkan. ***






