10 Klub Championship Kena Sanksi Minus Poin, Persiba dan PSBS Biak -4

redaksi
Stadion Batakan Balikpapan bernuansa biru putih dengan layar besar di fasad dan warga duduk di taman depan stadion
Stadion Batakan, Balikpapan. Foto: Pius Krisnadi / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Rubrik.co.id – Sepuluh klub peserta Pegadaian Championship 2026/27 memulai musim dengan sanksi pengurangan poin, dengan Persiba Balikpapan dan PSBS Biak menerima hukuman terberat berupa minus empat poin, menurut penjelasan Direktur Utama I.League Ferry Paulus.

Sanksi tersebut dijatuhkan dalam kerangka regulasi lisensi klub. Menurut Ferry, sebagian besar pelanggaran berkaitan dengan masalah finansial, sementara sebagian lainnya menyangkut perpindahan markas atau homebase.

Interior Stadion Batakan dengan tribun berkursi biru dan penonton di sisi lapangan saat laga malam
Tribun Stadion Batakan, markas Persiba Balikpapan. Foto: Pius Krisnadi / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Daftar Klub yang Terkena Sanksi

Di Grup A, PSIS Semarang, Persiraja Banda Aceh, Semen Padang, dan Sumsel United masing-masing dikurangi satu poin, sedangkan Persiku Kudus mendapat pengurangan dua poin.

Di Grup B, Kendal Tornado, Persela Lamongan, dan Persipura Jayapura masing-masing dikurangi satu poin. Adapun Persiba Balikpapan dan PSBS Biak sama-sama dikurangi empat poin.

Artinya, separuh dari 20 klub peserta memulai musim dengan poin minus. Pegadaian Championship 2026/27 yang bergulir sejak 11 September 2026 hingga Mei 2027 membagi peserta ke dalam dua grup berisi masing-masing 10 klub.

Dampak Langsung di Pekan Pembuka

Sanksi ini langsung terasa pada pekan pembuka. PSIS yang menang 2-1 atas PSPS kini hanya mengantongi dua poin bersih dari tiga poin kemenangannya.

Sementara Persipura, yang kalah 2-3 dari Barito Putera di Banjarmasin, masih tertahan di angka minus satu. Mutiara Hitam akan mencoba memperbaiki posisi saat menghadapi Kendal Tornado FC, yang juga terkena pengurangan satu poin, pada Jumat, 18 September 2026 pukul 15.30 WIB.

Pengurangan poin sejak awal musim membuat persaingan di kedua grup makin ketat, terutama bagi klub yang dihukum berat dan harus mengejar ketertinggalan.