RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Pemkab Bulukumba mengaku Kapal Banawa Nusantara yang dihibahkan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pada 2018 silam sempat beroperasi selama 2 tahun.
Kasubag Publikasi dan Dokumentasi Humas Pemda Andi Ayatullah Ahmad mengatakan kapal Banawa Nusantara adalah kapal yang dibuat di Pasuruan dan kemudian dibawa ke Bulukumba.
“Kapal tersebut bukan dibuat di Bulukumba , tapi dibuat di Pasuruan setelah selesai baru dibawah ke Bulukumba,”ujar Ayatullah.
Kapal yang sempat di operasikan di Bulukumba akhirnya setelah terdampar dan rusak sehingga Dinas Pariwisata inisiatif mengambil dan menyelamatkan mesin induknya untuk digunakan di kapal Pinisi yang telah dibuat bersama Panrita Lopi Bontobahari.
Adapun kapal rusak lainnya yang berada di perairan Bontobahari itu adalah kapal proyek Kementerian Perhubungan yang kebetulan dibuat di Kabupaten Bulukumba yang akan diserahkan ke daerah lainnya. Bulukumba tidak menerima kapal dari proyek pembuatan kapal tersebut,” Kata Andi Ayatullah.
“Jadi terkait kondisi kapal tersebut, bukan menjadi kewenangan atau urusan Pemda Bulukumba,” Kata Ayatullah.
Sebelumnya kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, mendapat bantuan hibah kapal rakyat dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pada 2018, untuk mendukung tol laut Indonesia sesuai rencana pemerintah pusat yang akan membangun sektor kemaritiman.
Kementerian Perhubungan akan membuat 24 unit kapal rakyat pada 2017, untuk diberikan kepada daerah yang memiliki potensi perairan laut, termasuk Kabupaten Bulukumba, guna mendukung tol laut Indonesia.
Pembuatan kapal sudah dilaksanakan pada 2017 ini melalui tender di Kemenhub, dari 24 kapal tersebut, lima diantaranya dikerjakan di Kabupaten Bulukumba,” ujarnya.
Ada tiga perusahaan asal Provinsi Sulawesi Selatan yang jadi pemenang tender dari 24 paket pembuatan kapal rakyat tersebut, dan satu diantaranya adalah perusahaan dari Bulukumba yaitu PT. Putra Arung Samudra yang kontrak pelaksanaan pekerjaannya sampai dengan 31 Desember 2017.
Kapal yang diperuntukkan mengangkut penumpang dan barang ini menelan anggaran sebesar Rp2,3 miliar dengan ukuran panjang 17.65 meter dan lebar 4 meter serta menggunakan mesin 35 GT yang dapat mengangkut 24 penumpang.(**)






