Daerah  

Karet Bulukumba dan Perkebunan Lonsum

Redaksi Rubrik
Getah karet berwarna putih susu menetes dari torehan pada batang pohon ke dalam mangkuk penampung, dengan jari tangan menarik seutas getah yang mengental, serta teks judul "Menyadap Karet" dan label Rubrik.co.id - Lingkungan di bagian atas gambar
Ilustrasi penyadapan getah karet, diambil di Koh Chang, Thailand, bukan di Bulukumba. Foto: Vyacheslav Argenberg / Wikimedia Commons, CC BY 4.0, diberi teks judul oleh Rubrik.co.id

Ringkasan

  • Jumlah penggarapnya paling sedikit di antara komoditas besar kabupaten, padahal luas lahan per orangnya justru paling tinggi.
  • Sebagian besar tegakannya ada di lahan perusahaan perkebunan, bukan di kebun kecil milik keluarga petani setempat sendiri.
  • Kawasan itu punya riwayat sengketa lahan dan satu kebakaran pabrik, yang keduanya pernah diberitakan dalam tulisan terpisah.

BULUKUMBA, Rubrik.co.id – Jawaban langsung: Karet di Kabupaten Bulukumba tercatat seluas 3.453 hektare dengan produksi 2.402.188 kilogram lump dan hanya 1.786 pekebun pada 2025. Jumlah penggarapnya jauh lebih sedikit dibanding kakao maupun cengkeh karena sebagian besar kebunnya berada di kawasan perusahaan perkebunan di Kecamatan Ujung Loe. Artikel ini memuat angkanya dan riwayat kawasannya.

Angka yang Tidak Biasa

Dibanding komoditas lain, karet punya susunan angka yang mencolok.

Komoditas Luas areal 2025 Pekebun Hektare per pekebun
Kakao 7.280 hektare 11.048 KK sekitar 0,7
Cengkeh 6.904 hektare 10.145 KK sekitar 0,7
Karet 3.453 hektare 1.786 KK sekitar 1,9

Angka terakhir dihitung dari dua kolom di sebelahnya dan bukan angka resmi. Kolom luas dan pekebunnya sendiri berasal dari catatan produksi padi dan perkebunan kabupaten.

Perbedaan itu menunjukkan karet tidak digarap dengan pola kebun kecil seperti kakao dan cengkeh, melainkan dalam hamparan yang lebih luas per penggarap.

Kawasan Perusahaan di Ujung Loe

Perkebunan karet terbesarnya milik perusahaan, yakni PT PP London Sumatra atau Lonsum, dengan pabrik di Pallagisang, Kecamatan Ujung Loe.

Keberadaan hamparan karet di kabupaten ini juga terlihat dari nama tempat. Kawasan Hutan Karet Balangriri pernah dipakai sebagai lokasi kegiatan jambore tenaga kesehatan kabupaten pada 2024.

Pabrik yang Pernah Terbakar

Pada 6 Agustus 2024 sekitar pukul 10.55 Wita, pabrik karet di kawasan PT Lonsum terbakar.

Penyebabnya tidak diketahui saat itu, dan api disebut nyaris menghabiskan bangunan pabriknya. Kejadian itu dibenarkan pejabat pemadam kebakaran kabupaten.

Pola kebakaran di kabupaten ini secara umum dimuat terpisah dalam catatan kebakaran Bulukumba.

Riwayat Sengketa Lahannya

Kawasan perkebunan ini punya riwayat sengketa lahan yang panjang dengan warga. Kronologinya dimuat terpisah dalam catatan sengketa lahan Kajang dan Lonsum.

Pada Oktober 2026, satu eksekusi lahan di Ujung Loe dikawal puluhan polisi. Persoalan agraria kabupaten secara umum pernah disuarakan ratusan petani dalam peringatan Hari Tani.

Tulisan ini tidak menilai duduk perkaranya, karena yang dibahas di sini komoditasnya, bukan sengketanya.

Yang Belum Tersedia

Dua hal tidak ada dalam data yang bisa dirujuk. Pertama, berapa bagian dari 3.453 hektare itu yang berada di dalam kawasan perusahaan dan berapa yang kebun rakyat.

Kedua, ke mana lump karet Bulukumba dijual dan diolah. Tanpa keduanya, angka produksi di atas tidak bisa dibaca sebagai gambaran kesejahteraan penggarapnya. ***

Rangkuman berita Bulukumba sepekan terakhir, lengkap dengan tanggal dan tautannya, ada di Rangkuman Berita Bulukumba Pekan Ini.