Daerah  

Pertamina Tambah 193.200 Tabung Elpiji 3 Kg di Sulselbar

Redaksi Rubrik
Puluhan tabung gas elpiji berwarna biru tersusun dalam rak besi bertingkat di halaman sebuah bangunan
Tabung elpiji tersusun di rak penyimpanan (ilustrasi, foto di luar negeri, bukan tabung subsidi 3 kg). Foto: FBenjr123 / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Rubrik.co.id – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyalurkan tambahan 193.200 tabung gas elpiji 3 kilogram di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat sepanjang 14 hingga 19 September 2026. Tambahan lewat skema extra dropping itu berkisar 50 sampai 100 persen di atas rata-rata penyaluran harian, dilaporkan Tribun-Timur.

Tambahan pasokan sebesar 100 persen diberikan untuk wilayah Makassar, Gowa, Maros, dan Takalar. Wilayah lain di Sulselbar mendapat tambahan 50 persen.

“Saat ini kami menyalurkan extra dropping sebanyak 193.200 tabung atau sekitar 50 sampai 100 persen di atas rerata penyaluran harian. Kami ingin memastikan pasokan tetap tersedia dan dapat diterima masyarakat yang memang berhak,” kata Pjs Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Okky Aditya Wibowo dalam keterangan tertulis pada Rabu, 16 September 2026.

Seorang pengemudi sepeda motor berkaus ungu mengangkut dua tabung gas di boncengan sambil melaju di jalan kota
Pengangkutan tabung elpiji dengan sepeda motor (ilustrasi, foto diambil di Taiwan). Foto: misco / Wikimedia Commons, CC0

Sektor Usaha yang Dilarang Memakai Subsidi

Okky mengimbau masyarakat memakai elpiji 3 kilogram sesuai peruntukannya. Merujuk Surat Edaran Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Nomor B-2461/MG.05/DJM/2022, gas bersubsidi itu tidak diperuntukkan bagi restoran, hotel, usaha binatu, usaha batik, peternakan, pertanian, usaha tani tembakau, serta jasa las.

Pertamina menyatakan terus berkoordinasi dengan agen dan pangkalan untuk memantau distribusi di lapangan, sekaligus memperkuat pengawasan agar tabung subsidi sampai ke penerima yang berhak.

Keterangan itu tidak menyebut penyebab lonjakan kebutuhan maupun berapa lama skema tambahan akan dilanjutkan setelah 19 September 2026. Pertamina juga tidak merinci jumlah pangkalan yang menerima tambahan pasokan di tiap kabupaten dan kota.

Luwu Timur Ajak ASN dan Karyawan Vale Pindah

Dari Malili, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mengambil langkah dari sisi permintaan. Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Perindustrian Luwu Timur Senfry Oktavianus mengajak pejabat, aparatur sipil negara, serta karyawan PT Vale Indonesia beralih ke tabung non-subsidi ukuran 5 dan 12 kilogram.

Ajakan itu disampaikan saat memimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional di halaman Kantor Bupati Luwu Timur pada Kamis, 17 September 2026, sebagaimana dilaporkan Fajar Sulsel.

“Penggunaan LPG non-subsidi oleh masyarakat yang mampu merupakan salah satu bentuk dukungan untuk membantu pemerintah memastikan LPG 3 kilogram tepat sasaran,” ujar Senfry.

Pemkab Luwu Timur berharap ajakan itu menjadi gerakan bersama sehingga ketersediaan elpiji bersubsidi tetap terjaga. Kedua langkah tersebut muncul setelah pekan-pekan panjang tekanan energi di Sulsel, mulai dari usulan tambahan kuota bahan bakar minyak 30 persen sampai penetapan 17 tersangka penyalahgunaan bahan bakar bersubsidi oleh Polda Sulsel.