Rubrik.co.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyatakan pengerjaan beton ruas Jalan Aroepala yang menghubungkan Kota Makassar dan Kabupaten Gowa telah rampung, tetapi jalan itu baru dibuka secara bertahap karena umur betonnya belum cukup. Keterangan Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel Andi Ihsan itu disampaikan di Makassar pada Kamis, 17 September 2026, dilaporkan ANTARA dan detikSulsel.
Berdasarkan pantauan di lokasi, dua lajur dari arah Makassar menuju Gowa sudah sepenuhnya dapat dilalui pengendara. Sebaliknya, dari arah Gowa menuju Makassar baru satu lajur yang difungsikan.
“Sebagian lajur masih ditutup karena umur betonnya belum mencukupi. Pembukaan dilakukan secara bertahap mempertimbangkan kekuatan konstruksi. Jika sudah mencapai usia 29 hingga 35 hari, seluruhnya akan dibuka,” kata Andi Ihsan.

Beton 40 Sentimeter Sepanjang 1,8 Kilometer
Ruas tersebut dibeton dengan ketebalan total 40 sentimeter, terdiri atas lapisan beton dasar atau lean concrete 10 sentimeter dan beton utama atau concrete pavement 30 sentimeter. Panjang jalan yang ditangani sekitar 1,8 kilometer dan masuk Paket 1 proyek tahun jamak atau Multi Years Project (MYP) Tahun Anggaran 2025–2027.
Andi Ihsan menjelaskan beton membutuhkan waktu minimal 28 hari untuk mencapai kekuatan standar sesuai perencanaan teknis. Masa pematangan dapat diperpanjang sampai sekitar 35 hari sebagai faktor keamanan tambahan. Membuka jalan sebelum waktunya, kata dia, berisiko merusak struktur.
Pemprov Sulsel memilih konstruksi beton semen atau rigid pavement karena kawasan itu kerap tergenang saat hujan. Lapisan aspal di ruas yang sama disebut sudah berulang kali diperbaiki tetapi selalu kembali rusak.
“Daerah lintasan Aroepala itu sering banjir. Kalau terus menggunakan aspal, biaya pemeliharaannya menjadi sangat tinggi. Padahal anggaran pembangunan berasal dari pajak masyarakat,” ujar Andi Ihsan.
Trotoar dan Drainase Ikut Dikerjakan
Selain badan jalan, pekerjaan mencakup bahu jalan dan trotoar selebar 2,5 hingga 3,5 meter. Sistem drainase dibangun memakai saluran berdiameter sekitar 1,2 meter yang disesuaikan dengan elevasi kawasan agar air mengalir langsung ke kanal utama.
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman sebelumnya meminta warga bersabar karena pekerjaan dilakukan bertahap sampai seluruh segmen rampung. Jalan Aroepala adalah satu dari enam ruas yang masuk paket MYP Pemprov Sulsel.
Keterangan Andi Ihsan dimuat ANTARA dan detikSulsel dengan susunan kalimat hampir sama, menandakan keduanya bersumber pada keterangan resmi Pemprov Sulsel. ANTARA menulis keterangan itu disampaikan pada Kamis, sementara detikSulsel mencantumkan tanggal 16 September 2026.
Pengerjaan infrastruktur provinsi berlangsung saat Perubahan APBD Sulsel 2026 masih dibahas di DPRD dengan pendapatan asli daerah yang dikoreksi turun. Pada saat bersamaan, Sulsel juga menghadapi tekanan layanan dasar lain, termasuk anjloknya daya pembangkit listrik tenaga air Sulbagsel akibat kemarau panjang.
