Daerah  

Pemkot Makassar Angkut 74 Kg Sampah di Mariso

Redaksi Rubrik
Huruf beton raksasa bertuliskan PANTAI LOSARI berdiri di anjungan berlantai batu, di belakangnya replika kapal pinisi dan kubah oranye Masjid Amirul Mukminin di bawah langit biru berawan tipis
Anjungan Pantai Losari, Makassar (foto lama, ilustrasi). Foto: Fhikri Latifi / Wikimedia Commons, CC BY 4.0

Rubrik.co.id – Pemerintah Kota Makassar mengumpulkan 74 kilogram sampah dalam aksi peringatan World Cleanup Day di Kecamatan Mariso, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu, 20 September 2026. Aksi itu dipimpin langsung Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, seperti dilaporkan ANTARA dan Rakyat Sulsel.

Kegiatan digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar dengan melibatkan pemerintah kecamatan dan kelurahan, TP PKK, Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, komunitas lingkungan, serta warga setempat.

Camat Mariso Syahril merinci sampah yang terkumpul terdiri atas 26 kilogram sampah organik, 36 kilogram sampah anorganik, dan 12 kilogram residu.

Huruf merah besar bertuliskan MAKASSAR di pelataran tepi laut menjelang senja, beberapa warga duduk dan berjalan di sekitarnya, genangan air memantulkan huruf itu
Pelataran tepi laut Kota Makassar (foto lama, ilustrasi). Foto: Rainer Jehl / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Menyusuri Losari Sebelum Turun ke Panambungan

Berbeda dari aksi bersih-bersih pada umumnya, Munafri lebih dulu menyusuri perairan Pantai Losari menggunakan kapal pembersih limbah laut. Ia berangkat dari Dermaga Tugu MNEK Pantai Losari menuju lokasi utama kegiatan, yaitu Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPST3R) Kelurahan Panambungan. Rakyat Sulsel menambahkan kapal tersebut masih berstatus uji coba.

Menurut catatan ANTARA, sekitar 11 kilogram limbah laut terangkat dari kawasan perairan, di luar sampah yang dikumpulkan di daratan.

Di sisi darat, tim Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar bersama pengurus TP PKK, komunitas lingkungan, serta para ketua RT dan RW se-Kecamatan Mariso membersihkan kawasan TPST3R dan Rumah Susun Warga (Rusunawa) Panambungan. Pembersihan juga menyasar kawasan sungai dan pesisir. Sampah yang terkumpul kemudian dipilah berdasarkan jenisnya sebagai bagian dari edukasi pengelolaan sampah dari sumber.

Munafri Minta Jumat Bersih Tetap Jalan

Munafri menilai peringatan World Cleanup Day tidak boleh berhenti sebagai kegiatan setahun sekali.

“World Clean up Day ini jangan dimaknai bahwa bersih-bersih hanya dilakukan hari ini. Kebersihan harus menjadi kebiasaan yang kita bangun setiap hari,” ujarnya.

Ia meminta pemerintah kecamatan mempertahankan program Jumat Bersih setiap pekan. “Saya minta pihak kecamatan terus melaksanakan Jumat Bersih setiap minggu. Jangan hanya karena ada momentum World Clean up Day setelah itu berhenti,” kata dia.

Angka 74 kilogram itu berasal dari satu kecamatan saja dan bukan gambaran beban sampah Kota Makassar secara keseluruhan. Pemkot tidak merilis total sampah yang terkumpul dari seluruh titik pada hari yang sama.

Kawasan Mariso sendiri berada di pesisir barat Makassar, berbatasan langsung dengan kanal dan garis pantai yang menjadi muara sampah dari wilayah hulu kota. Pekerjaan rumah di kawasan pesisir itu berjalan beriringan dengan sejumlah agenda penataan kota lain, mulai dari rencana pembentukan kecamatan baru di seberang tol hingga penegakan aturan lingkungan yang belakangan menyeret kasus perburuan satwa dilindungi yang ditangani Imigrasi Makassar.