Daerah  

Siswa SDN 160 Tarampang Juara Mendongeng FTBI Bontobahari

Redaksi Rubrik
Lima murid sekolah dasar berseragam putih duduk mengelilingi meja kayu panjang sambil menulis di buku tulis dengan tas ransel tergantung di kursi
Ilustrasi kegiatan belajar murid sekolah dasar. Foto ini bukan diambil di SDN 160 Tarampang maupun SDN 157 Pasaraya. Foto: Galeri ega / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

BULUKUMBA, Rubrik.co.id – Dua siswa SDN 160 Tarampang, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, meraih juara pada cabang mendongeng Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kecamatan Bontobahari. Festival itu berlangsung di SDN 157 Pasaraya, Kelurahan Sapolohe, pada Rabu, 23 September 2026.

Nova Ramdayani meraih juara I mendongeng putri dan Asril Wahyudi juara II mendongeng putra. Keduanya mengikuti lomba dengan pendampingan guru SDN 160 Tarampang, Harniah Umar, seperti dilaporkan Radar Selatan.

Guru Pendamping: Jadi Motivasi Belajar Bahasa

Harniah Umar menyatakan capaian itu menjadi dorongan bagi kedua siswanya untuk terus belajar. “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas hasil yang diraih Nova dan Asril. Ini menjadi motivasi bagi mereka untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan dalam bidang bahasa dan sastra,” ujarnya.

Menurutnya, keikutsertaan dalam festival tidak semata mengejar prestasi, tetapi memberi pengalaman kepada siswa untuk berani tampil dan mengembangkan kemampuan bercerita. Ia berharap hasil itu menjadi penyemangat bagi siswa lain untuk mengikuti kegiatan serupa.

Murid sekolah dasar berseragam putih merah berbaris rapi membentuk huruf U di halaman paving sekolah dengan rumah beratap genteng di latar belakang
Ilustrasi murid sekolah dasar berbaris di halaman sekolah. Foto ini bukan diambil di Kecamatan Bontobahari. Foto: Desa Jahiang / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

FTBI dirancang sebagai wadah bagi peserta didik untuk mengenal, menggunakan, serta melestarikan bahasa dan budaya daerah lewat kegiatan kebahasaan dan sastra, sebagaimana diuraikan dalam laporan Radar Selatan atas festival tersebut.

Bahasa Ibu di Pesisir Bontobahari

Bontobahari termasuk wilayah bertutur bahasa Konjo di Bulukumba. Rubrik.co.id sebelumnya merangkum persebaran bahasa Konjo di Bulukumba beserta dialek Bira, Ara, dan Kajang, termasuk penutur di kawasan pesisir kecamatan ini.

Dua dari tiga dialek yang dicatat Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa justru bernama sama dengan desa di kecamatan tempat festival digelar, yakni Desa Bira dan Desa Ara di Kecamatan Bonto Bahari. Titik tutur ketiga berada di Desa Possi Tanah, Kecamatan Kajang. Badan Bahasa memperlakukan Konjo sebagai bahasa tersendiri, bukan dialek bahasa Makassar, dan tidak menerbitkan angka jumlah penuturnya.

Kelurahan Sapolohe, tempat festival digelar, berada di kecamatan yang sama dengan sentra pembuatan perahu pinisi di Tanah Beru serta kawasan wisata Tanjung Bira, sebagaimana wilayah dan desanya diuraikan dalam profil Kecamatan Bonto Bahari.

Bontobahari juga menjadi pintu masuk utama pariwisata Bulukumba lewat kawasan Tanjung Bira dan pelabuhan penyeberangan ke Pulau Selayar. Rubrik.co.id memuat rinciannya dalam catatan tentang penyeberangan Bira–Pamatata.

Pihak sekolah maupun panitia belum mengumumkan tanggal pelaksanaan FTBI tingkat Kabupaten Bulukumba beserta nama peserta yang akan mewakili Kecamatan Bontobahari.