Fakta Mengerikan Gempa Megathrust di Dunia

Azka Fachri
Ilustrasi Gempa bumi megathrust. Foto BMKG
Ilustrasi Gempa bumi megathrust. Foto BMKG

Rubrik.co.id – Gempa bumi megathrust merupakan jenis gempa paling kuat di planet ini yang terjadi di zona subduksi pada batas lempeng tektonik konvergen.

Gempa ini muncul ketika satu lempeng tektonik terdorong ke bawah lempeng lain dan melepaskan energi dalam skala ekstrem.

“Gempa bumi megathrust adalah gempa bumi dengan kekuatan besar yang terjadi pada zona subduksi di sepanjang batas lempeng konvergen destruktif.”

Istilah megathrust merujuk pada gabungan kata mega yang berarti sangat besar dan thrusting yang menggambarkan mekanisme sesar dorong ke atas.

Sejak tahun 1900, gempa dengan magnitudo 8,0 atau lebih dikategorikan sebagai gempa megathrust.

Tidak ada sumber aktivitas tektonik daratan lain yang mampu menghasilkan gempa dengan skala energi sebesar ini.

Mekanisme Gempa Megathrust Global

Patahan megathrust umumnya berada di dasar palung samudera pada pertemuan dua lempeng besar.

Pergerakan tiba-tiba pada patahan ini dapat mengangkat atau menurunkan dasar laut dalam area yang sangat luas.

Kondisi tersebut membuat gempa megathrust kerap memicu tsunami yang dampaknya lebih merusak dibandingkan guncangan gempa itu sendiri.

Gelombang tsunami dari gempa megathrust mampu melintasi samudera dan menghantam wilayah yang sangat jauh dari pusat gempa.

Durasi gempa megathrust dapat berlangsung antara lima hingga tujuh menit dan dalam kasus tertentu melebihi sepuluh menit.

Gempa Sumatra 2004 tercatat sebagai salah satu peristiwa megathrust terpanjang dengan durasi sekitar sepuluh menit.

Sejumlah contoh gempa megathrust lain tercatat dalam sejarah modern, termasuk Tōhoku Jepang 2011, Alaska 1964, dan Chili 2010.

Wilayah Samudera Hindia dan Samudera Pasifik menjadi kawasan paling rawan karena dipenuhi zona subduksi aktif.

Sunda Megathrust membentang sepanjang Myanmar hingga Bali dan menjadi sumber gempa serta tsunami Samudera Hindia 2004 yang menewaskan lebih dari 230 ribu orang.

Di Jepang, Nankai Megathrust tercatat memiliki siklus gempa besar setiap 90 hingga 200 tahun.

Pemerintah Jepang memperkirakan gempa besar di Palung Nankai dapat memicu kerugian ekonomi hingga ratusan triliun yen.

Di Amerika Utara, zona subduksi Cascadia menjadi sumber gempa besar tahun 1700 akibat penunjaman Lempeng Juan de Fuca.

Palung Aleutian di Alaska juga tercatat menghasilkan gempa megathrust raksasa termasuk gempa Alaska 1964 bermagnitudo 9,2.

Gempa megathrust terbesar yang pernah tercatat secara instrumen adalah Gempa Valdivia 1960 di Chili dengan magnitudo sekitar 9,5.