Rubrik.co.id – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menempuh langkah integrasi Karirhub dengan job portal swasta untuk memperketat keamanan informasi lowongan kerja atau loker.
Kebijakan ini diarahkan agar pencari kerja tidak lagi berpindah-pindah platform dalam mencari pekerjaan.
Integrasi tersebut juga dimaksudkan untuk mengurangi potensi penipuan yang marak terjadi melalui lowongan kerja tidak jelas.
Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi menjelaskan Karirhub dirancang sebagai pusat informasi pasar kerja nasional yang terverifikasi.
“Karirhub menjadi pintu masuk yang memudahkan pencari kerja. Informasi lowongan kerja makin terpusat, sumbernya jelas, dan lowongan yang ditampilkan diverifikasi oleh Pusat Pasar Kerja Kemnaker agar masyarakat lebih terlindungi. Selain itu, pelamar bisa memilih jalur melamar yang paling praktis sesuai skema integrasi yang tersedia,” kata Cris.
Integrasi Portal Kerja Nasional
Kerja sama dengan job portal swasta mulai dibangun sejak Agustus 2025 melalui penandatanganan nota kesepahaman.
Kemnaker menggandeng delapan portal kerja swasta sebagai mitra dalam sistem Karirhub.
Empat portal yang telah terhubung dan dapat diakses publik adalah HiredToday, Toploker, Redy, dan Glints.
Empat portal lainnya masih menjalani proses penyelarasan sistem sebelum terintegrasi penuh.
Setiap lowongan kerja dari portal mitra ditampilkan dengan logo sumber agar pencari kerja mengetahui asal informasi secara jelas.
Kemnaker menerapkan dua model integrasi untuk menyesuaikan proses lamaran dengan sistem mitra.
Model pertama memungkinkan pelamar mengirimkan lamaran langsung melalui Karirhub tanpa meninggalkan platform.
Pada skema ini, proses seleksi hingga keputusan akhir tetap dikelola perusahaan melalui portal mitra dan dapat dipantau pelamar.
Model kedua mengarahkan pelamar ke situs portal mitra untuk menyelesaikan proses rekrutmen secara mandiri.
Dalam skema tersebut, Karirhub berfungsi sebagai etalase informasi lowongan kerja nasional yang terverifikasi.






