Rubrik.co.id – Pemerintah kabupaten di Sulawesi Selatan menyelaraskan usulan lokasi Program Listrik Perdesaan (Lisdes) 2026-2029 dalam forum Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT PLN (Persero) di Kantor PLN UID Sulselrabar, Makassar, yang dibuka Senin, 21 September 2026. Forum itu juga membahas penyiapan lahan dan perizinan, termasuk lokasi yang bersinggungan dengan kawasan hutan.
Tribun-Timur mencatat 11 kabupaten mengikuti kegiatan tersebut, yakni Selayar, Bantaeng, Jeneponto, Takalar, Barru, Pinrang, Sidrap, Enrekang, Toraja, Bone, dan Soppeng. Menurut Input Rakyat, sinkronisasi berlangsung dua hari hingga Selasa, 22 September 2026, dan Luwu Timur ikut mengirim tiga kepala dinas.

Kawasan Hutan Jadi Catatan
Kabupaten Barru mengusulkan 12 lokasi, terbagi enam lokasi pada 2026 dan enam pada 2027, berdasarkan paparan peta jalan Lisdes Sulsel 2026-2029 yang dilaporkan FajarSulsel. Enam di antaranya berkaitan dengan kawasan hutan sehingga masih memerlukan koordinasi dengan instansi berwenang. Wakil Bupati Barru Abustan A. Bintang hadir mewakili Bupati Andi Ina Kartika Sari.
Luwu Timur menempatkan 17 titik dalam peta jalan Kementerian ESDM. “Untuk program Lisdes Luwu Timur yang masuk dalam peta jalan Kementerian ESDM, pada tahun 2026 ditargetkan sebanyak 5 titik lokasi, dan pada tahun 2027 sebanyak 12 titik lokasi,” kata Kepala Dinas PMD Luwu Timur Awaluddin Anwar kepada Input Rakyat.
General Manager PLN UID Sulselrabar Edyansyah menyebut PLN sedang mengonsolidasikan data lapangan. “Jadi kami dari PLN saat ini kami melakukan konsolidasi terkait dengan data-data, ya, karena tujuan kami adalah untuk melistriki rasio elektrifikasi 100 persen sesuai dengan data fakta yang di lapangan,” ujarnya, dikutip Tribun-Timur. Ia meminta bupati dan wali kota membantu urusan perizinan dan lahan.
Tanakeke dan Rencana PLTS Takalar
Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye menyebut masih banyak desa di daerahnya yang membutuhkan perhatian. “Banyak desa di Takalar yang perlu mendapat perhatian, khususnya di daerah Tanakeke dan juga beberapa tempat yang lain,” katanya. Tanakeke adalah kecamatan kepulauan di Takalar.
Daeng Manye juga menyampaikan rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang ia sebut terbesar di Indonesia di Takalar. Kapasitas dan jadwal proyek itu belum dirinci dalam keterangannya. Edyansyah menyatakan PLN akan mendorong pembangunan pembangkit ramah lingkungan berbasis tenaga surya untuk memperkuat ketahanan energi Sulsel.
Isu pasokan listrik mengemuka di Sulsel pada pertengahan September 2026, ketika daya PLTA di sistem Sulbagsel anjlok sekitar 600 megawatt akibat kemarau. Sehari sebelum forum Lisdes, Daeng Manye juga berjanji mengurus solar dan izin kapal nelayan.
