Daerah  

PDRB per Kapita Bulukumba dan Pertumbuhan Ekonominya

Redaksi Rubrik
Lambung kapal pinisi kayu berukuran besar yang sedang dibangun, dikelilingi perancah bambu dan kayu, dengan tumpukan papan bersandar di bagian bawah
Kapal pinisi yang sedang dibangun di galangan rakyat kawasan Tana Beru, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba. Foto: Muhammad Imam Adly / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

BULUKUMBA, Rubrik.co.id – Produk domestik regional bruto per kapita Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, sebesar Rp 47,11 juta pada 2025 atas dasar harga berlaku, peringkat ke-19 dari 24 kabupaten dan kota dan sekitar 60 persen rata-rata provinsi yang Rp 78,75 juta. Ekonominya tumbuh 4,74 persen pada triwulan II 2026 dibanding periode sama tahun sebelumnya.

PDRB per kapita adalah nilai seluruh barang dan jasa yang diproduksi di sebuah wilayah dalam setahun, dibagi jumlah penduduknya. Angka itu menggambarkan skala ekonomi daerah, bukan pendapatan rata-rata warganya, karena sebagian nilai tambah mengalir ke pemilik modal di luar daerah.

Kantor unit Bank BRI berupa bangunan bercat biru dan putih beratap pelana dengan papan nama besar, beberapa orang duduk di teras, dan sepeda motor terparkir di halaman
Kantor unit Bank BRI di Kabupaten Bulukumba; spanduk pada pagarnya memuat logo BRI Bulukumba. Berkas Wikimedia tidak menyebut kecamatannya. Foto: Midori / Wikimedia Commons, CC BY 3.0

Bulukumba dan Tetangganya dalam Angka Ekonomi

Kolom pertumbuhan pada tabel berikut memakai dua ukuran yang lazim dipakai BPS. Ukuran year on year membandingkan satu triwulan dengan triwulan yang sama setahun sebelumnya. Ukuran kumulatif membandingkan seluruh semester pertama 2026 dengan semester pertama 2025.

Wilayah PDRB per kapita 2025 (juta rupiah) Pertumbuhan triwulan II 2026 (y-on-y, persen) Kumulatif semester I 2026 (persen)
Bulukumba 47,11 4,74 6,12
Bantaeng 68,61 −0,07 1,07
Sinjai 64,46 2,56 6,65
Kepulauan Selayar 62,11 1,92 5,64
Jeneponto 34,11 5,90 5,96
Makassar 177,34 7,04 6,84
Sulawesi Selatan 78,75 5,59 6,22

Sumber: BPS Provinsi Sulawesi Selatan, tabel PDRB per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Kabupaten/Kota seri 2010, pemutakhiran 27 Februari 2026, dengan angka 2025 berstatus sangat sementara; serta tabel Laju Pertumbuhan PDRB Triwulanan Menurut Kabupaten/Kota, pemutakhiran 15 September 2026. Peringkat dihitung Rubrik.co.id dari daftar lengkap 24 kabupaten dan kota pada tabel yang sama.

Yang Dijelaskan dan Tidak Dijelaskan Peringkat Itu

Lima daerah berada di bawah Bulukumba pada PDRB per kapita 2025, yaitu Enrekang Rp 46,93 juta, Takalar Rp 44,81 juta, Gowa Rp 41,35 juta, Tana Toraja Rp 36,98 juta, dan Jeneponto Rp 34,11 juta. Posisi teratas dipegang Makassar dengan Rp 177,34 juta, disusul Pangkajene dan Kepulauan Rp 104,70 juta serta Luwu Timur Rp 99,87 juta.

Urutan itu perlu dibandingkan dengan daftar yang pernah dimuat Rubrik.co.id pada 10 Agustus 2025 tentang lima kabupaten terkaya di Sulawesi Selatan, yang menempatkan Bone, Pangkep, Gowa, Wajo, dan Pinrang di urutan teratas. Dua daftar itu tidak bisa disandingkan begitu saja: angka yang dipakai tulisan tersebut bersatuan ribuan rupiah dan bukan nilai per kapita tahunan seperti pada tabel di atas. Menurut tabel PDRB per kapita seri 2010 yang ditarik untuk halaman ini, tiga posisi teratas di Sulawesi Selatan ditempati Makassar, Pangkajene dan Kepulauan, serta Luwu Timur.

PDRB per kapita membagi nilai produksi dengan jumlah penduduk, sehingga daerah berpenduduk sedang yang menampung satu kegiatan bernilai tambah besar akan melompat ke atas daftar tanpa berarti warganya lebih sejahtera. Karena itu peringkat PDRB per kapita yang rendah tidak otomatis berarti kesejahteraan yang rendah — pada ukuran kemiskinan, Bulukumba justru termasuk enam daerah dengan persentase penduduk miskin terendah di Sulawesi Selatan.

Pertumbuhan yang Naik Turun Antartriwulan

Pada triwulan I 2026 ekonomi Bulukumba tumbuh 7,62 persen dibanding triwulan I 2025, lalu melambat menjadi 4,74 persen pada triwulan II. Dibanding triwulan sebelumnya, ekonomi kabupaten ini sempat menyusut 0,25 persen pada triwulan I, kemudian naik 5,93 persen pada triwulan II. Pola naik turun antartriwulan seperti itu umum di daerah yang ekonominya bersandar pada panen dan musim.

Perbedaan kedua ukuran itu penting dibaca bersamaan. Pertumbuhan triwulan II yang 4,74 persen tampak melambat, tetapi angka kumulatif semester pertama yang 6,12 persen menunjukkan capaian setengah tahun masih lebih tinggi. Membaca hanya satu di antaranya bisa menghasilkan dua kesimpulan yang bertolak belakang tentang kabupaten yang sama.

Secara kumulatif sepanjang semester pertama 2026, ekonomi Bulukumba tumbuh 6,12 persen, tipis di bawah Sulawesi Selatan yang 6,22 persen dan di atas Kepulauan Selayar, Jeneponto, serta Bantaeng. Komoditas yang menopangnya tercatat pada daftar komoditas pertanian Bulukumba dan kopi Kahayya di Kecamatan Kindang, sementara galangan kapal di Tana Beru menjadi kegiatan industri yang paling dikenal dari kabupaten ini.