Rubrik.co.id – Madura United FC mengusung misi memutus rekor buruk melawan PSIM Yogyakarta saat kedua tim bertemu pada pekan ke-3 BRI Super League 2026/27 di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Jumat, 18 September 2026, pukul 19.00 WIB.
Pada musim 2025/26, Laskar Sape Kerrab kalah dua kali dari PSIM. Madura United takluk 0-3 di Pamekasan pada 10 Januari 2026, lalu kalah 1-2 di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada 17 Mei 2026, sebagaimana dicatat laman resmi I.League dan ANTARA.
Gelandang asal Brasil Hugo Gomes menegaskan timnya tidak mau mengulang hasil itu. “Kami tahu pertandingan nanti tidak mudah. Saya dengar Madura United sudah pernah kalah dari PSIM musim lalu. Tapi sekarang adalah musim baru dan kami harus menunjukkan bahwa kami bisa lebih baik,” kata Hugo, dikutip dari laman I.League.

Modal Enam Poin dan Ketajaman Mitkov
Madura United datang dengan kepercayaan diri tinggi. Mereka menang 2-0 atas Persijap Jepara di Pamekasan pada pekan pembuka, lalu menundukkan PSS Sleman 3-1 di Stadion Maguwoharjo. Lima gol dari dua laga itu hanya dibalas satu gol lawan.
Empat dari lima gol tersebut dicetak penyerang asal Bulgaria Dimitar Mitkov, yang kini memimpin daftar pencetak gol sementara. Presiden klub Achsanul Qosasi mengingatkan timnya agar tidak cepat puas. “Enam poin dari dua laga ini memang membanggakan, permainan mereka bagus. Tapi, kompetisi masih panjang,” ujarnya, dikutip Bola.net.
“Kami punya mental yang bagus setelah memenangkan dua pertandingan. Tapi kami harus tetap fokus, bekerja sebagai tim dan mengikuti instruksi pelatih,” kata Hugo.
Laga ini juga menjadi kesempatan Madura United merebut puncak klasemen. Dewa United Banten FC naik ke posisi teratas dengan tujuh poin setelah menang 3-1 di kandang Borneo FC Samarinda pada Rabu, 16 September 2026, menurut Kompas.com dan CNN Indonesia. Kemenangan atas PSIM akan membawa Madura United mengoleksi sembilan poin.
PSIM Masih Mencari Kemenangan Perdana
Di kubu tamu, PSIM baru mengoleksi satu poin. Laskar Mataram ditahan Persita Tangerang 1-1 pada pekan pembuka, lalu kalah 0-1 dari Persebaya Surabaya setelah bermain dengan 10 pemain sejak awal babak kedua.
Pelatih Jean-Paul van Gastel menilai kartu merah itu mengubah jalannya laga. “Babak pertama berjalan seimbang dan permainan berubah ketika kami mendapat kartu merah setelah menit ke-50,” ujarnya kepada Bola.com.
Untuk menjaga kebugaran, PSIM memilih tidak pulang ke Yogyakarta dan menetap di Surabaya selama menunggu laga di Pamekasan.
