Daerah  

33.000 Ton Jagung Sulsel ke Jatim, Bulukumba 154.593 Ton

Redaksi Rubrik
Perempuan berjilbab merah muda berjongkok memunguti tongkol jagung berkelobot hijau di sebuah ladang jagung, di samping gerobak dorong berwarna merah
Panen jagung di Desa Jantang, Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, tahun 2006 (ilustrasi panen jagung, bukan di Sulawesi Selatan). Foto: Caroline Gredler, USAID / Wikimedia Commons, domain publik

MAKASSAR, Rubrik.co.id – Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat mengirim 33.000 ton jagung ke Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Timur melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung. Pengiriman itu disampaikan Pemimpin Wilayah Bulog Sulselbar Fahrurozi di Makassar pada Kamis, 24 September 2026, dan dimuat ANTARA Makassar.

“Melalui SPHP jagung, kami mendukung Bulog Jawa Timur agar peternak memperoleh jagung dengan harga wajar dan pasokan yang terjamin,” kata Fahrurozi. Menurut dia, Sulawesi Selatan berposisi sebagai salah satu sentra produksi jagung nasional, sementara Jawa Timur sebagai pusat peternakan unggas membutuhkan pasokan yang stabil untuk bahan baku pakan.

Jagung Pakan dan Harga Telur

Fahrurozi menyatakan pengiriman dilakukan bertahap melalui jalur laut ke gudang Bulog Jawa Timur, lalu disalurkan kepada peternak dan kelompok peternak yang telah terdata. “Jagung adalah komponen utama pakan ternak. Jika harganya naik, beban peternak bertambah dan berdampak pada harga telur serta daging ayam,” ujarnya. Bulog Sulselbar sebelumnya mengusulkan penambahan pagu jagung SPHP sebanyak 3.800 ton pada 2026.

Di tingkat nasional, target penyaluran SPHP jagung 2026 sebesar 241,2 ribu ton dengan realisasi pembelian oleh koperasi 159,3 ribu ton atau 66,05 persen. Rapat Koordinasi Terbatas Bidang Pangan pada 7 September 2026 menyimpulkan tambahan penyaluran 150 ribu ton sampai Desember 2026 untuk peternak skala menengah dan usaha mikro, kecil, dan menengah, sekaligus mengantisipasi potensi penurunan produksi jagung akibat kemarau. Angka itu dimuat CNN Indonesia.

Bulukumba Memanen 154.593 Ton Jagung pada 2024

Di Kabupaten Bulukumba, jagung merupakan komoditas pangan terbesar kedua setelah padi. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bulukumba mencatat produksi jagung pipilan kering 154.593,68 ton dari luas panen 27.437,20 hektare sepanjang 2024, dengan rata-rata 56,34 kuintal per hektare. Angka tersebut naik dari 148.916,27 ton pada 2023, tetapi masih di bawah 175.914,26 ton pada 2022. Berkasnya diterbitkan dinas itu di Portal Open Data Kabupaten Bulukumba dan diunduh Rubrik.co.id pada 25 September 2026; berkas jagung terbaru di portal tersebut bertahun data 2024, sementara data padi dan perkebunan Bulukumba sudah tersedia untuk 2025.

Hamparan butiran jagung pipilan kering berwarna jingga kecokelatan dijemur di atas lantai beton abu-abu
Ilustrasi jagung pipilan kering yang dijemur di bawah matahari. Foto ini diambil di Longkou, Provinsi Shandong, Tiongkok, pada 16 Mei 2025, bukan di Sulawesi Selatan maupun Jawa Timur. Foto: Benlisquare / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Sebaran produksinya jauh dari merata. Bonto Tiro mencatat 39.018,17 ton, disusul Kajang 33.850,25 ton, Ujung Loe 30.896,56 ton, Herlang 24.993,44 ton, dan Bonto Bahari 16.251,90 ton. Pola itu berkebalikan dengan padi, yang dipimpin Gantarang. Kecamatan Ujung Bulu, wilayah ibu kota kabupaten, tidak mencatat luas panen jagung sama sekali.

Kemarau Menjadi Catatan

Bulog tidak merinci kabupaten asal jagung yang dikirim ke Jawa Timur, sehingga porsi Bulukumba dalam pengiriman 33.000 ton itu tidak dapat dipastikan. Pengiriman berlangsung saat kemarau menekan pertanian Sulawesi Selatan. Rubrik.co.id sebelumnya melaporkan kenaikan produksi padi Sulsel 0,95 persen di tengah laporan puso di sejumlah kabupaten, termasuk Bulukumba.