BULUKUMBA, Rubrik.co.id – Kecamatan Bontotiro berada di pesisir timur Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, menghadap Laut Bone. Per September 2026, wilayahnya terdiri atas 12 desa dan 1 kelurahan seluas 79,39 kilometer persegi, dengan 30.014 penduduk menurut data 2025 Badan Pusat Statistik. Jumlah itu paling sedikit di antara sepuluh kecamatan di Bulukumba.
Ibu kota kecamatannya tercatat di Hila-Hila dalam tabel BPS yang dirangkum daftar 10 kecamatan di Bulukumba. Nama itu tidak muncul dalam daftar 13 desa dan kelurahan versi BPS. Dalam data pasar Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bulukumba, Pasar Hila-Hila beralamat di Ekatiro, satu-satunya kelurahan di kecamatan itu. Di Hila-Hila itu pula berdiri Kompleks Makam Dato Tiro, cagar budaya yang ditetapkan pada 22 Juni 2010 dan menjadi penanda paling dikenal dari kecamatan ini; riwayatnya diuraikan dalam halaman sejarah masuknya Islam di Bulukumba.

Apa Saja Desa dan Kelurahan di Kecamatan Bontotiro?
BPS Kabupaten Bulukumba mencatat batas Bontotiro di sebelah utara adalah Kecamatan Herlang dan di timur Laut Bone. Dua kolom batas lainnya salah cetak di buku itu: batas selatan tertulis Kecamatan Bontotiro sendiri, dan batas barat tertulis Kabupaten Ujung Loe, padahal Ujung Loe adalah kecamatan di Bulukumba. Tabel berikut memuat luas, jumlah penduduk, dan jarak tiap wilayah ke pusat pemerintahan kabupaten.
| Desa/Kelurahan | Luas (km²) | Penduduk 2024 (jiwa) | Jarak ke pusat kabupaten (km) |
|---|---|---|---|
| Caramming | 8,05 | 2.545 | 30 |
| Pakubalaho | 4,65 | 1.342 | 35 |
| Tritiro | 4,72 | 2.136 | 35 |
| Ekatiro (kelurahan) | 8,85 | 3.740 | 34 |
| Buhung Bundang | 5,72 | 2.527 | 30 |
| Dwi Tiro | 6,32 | 2.480 | 40 |
| Bonto Bulaeng | 4,78 | 1.175 | 33 |
| Batang | 5,17 | 2.705 | 35 |
| Tamalanrea | 9,90 | 3.008 | 30 |
| Bonto Tangnga | 6,45 | 2.893 | 30 |
| Bonto Marannu | 8,24 | 1.844 | 27 |
| Bonto Barua | 5,66 | 2.015 | 32 |
| Lamanda | 3,82* | 1.470 | 27 |
| Bontotiro | 82,33 | 29.880 | – |
Sumber: BPS Kabupaten Bulukumba, Kecamatan Bontotiro Dalam Angka 2025 (rilis 26 September 2025), Tabel 1.1, 1.2, dan 3.1, data 2024; jarak dihitung dari kantor desa atau kelurahan dan dilaporkan pemerintah desa serta kelurahan setempat. Angka pembuka artikel ini memakai data 2025 dari Kabupaten Bulukumba Dalam Angka 2026, sehingga berbeda dengan baris total tabel.
*Tabel 1.1 buku itu mencetak luas Lamanda 5,03 kilometer persegi dan pangsanya 2,82 persen terhadap luas kecamatan. Kedua angka tidak cocok satu sama lain maupun dengan baris total. Bagian ulasan di buku yang sama menulis Lamanda 3,82 kilometer persegi, dan hanya angka itu yang membuat penjumlahan tiga belas desa dan kelurahan pas 82,33 kilometer persegi. Tabel di atas memakai angka ulasan, dan selisihnya dinyatakan terbuka di sini.
Selisih antarpublikasi juga ada di tingkat kecamatan. Buku kecamatan menulis luas Bontotiro 82,33 kilometer persegi untuk data 2024, sedangkan Kabupaten Bulukumba Dalam Angka 2026 menulis 79,39 kilometer persegi untuk data 2025 — beda 2,94 kilometer persegi. Dengan luas versi terbaru, Bontotiro menempati 6,75 persen wilayah kabupaten dan 6,19 persen penduduknya.
Penduduk 2024 terdiri atas 14.399 laki-laki dan 15.481 perempuan, rasio jenis kelamin 93,01. Artinya ada sekitar 93 laki-laki untuk tiap 100 perempuan. Kelurahan Ekatiro menjadi wilayah berpenduduk terbanyak dengan 3.740 jiwa, sedangkan Bonto Bulaeng paling sedikit dengan 1.175 jiwa. Lamanda menjadi yang terkecil wilayahnya.
Jagung, Pasar, dan Layanan Dasar di Pesisir Timur
Bontotiro adalah penghasil jagung terbesar di Bulukumba. Rekap Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bulukumba untuk 2024, yang diunggah ke Portal Open Data Bulukumba, mencatat produksi jagung pipilan kering di kecamatan itu 39.018,17 ton dari 154.593,68 ton se-kabupaten, atau seperempat panen jagung Bulukumba, dengan luas panen 7.331 hektare yang juga terluas di antara sepuluh kecamatan. Posisi Bulukumba di peta jagung nasional dirangkum dalam halaman produksi jagung Sulawesi Selatan dan Jawa Timur.
Di luar jagung, gambaran pertanian Bontotiro bertumpu pada tabel hortikultura BPS karena portal data kabupaten tidak memuat berkas perkebunan rakyat untuk kecamatan ini. Statistik Pertanian Hortikultura mencatat 2.415 rumpun pisang, 1.756 pohon jeruk siam, 1.591 pohon mangga, dan 532 pohon pepaya di kecamatan itu pada 2024.
Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bulukumba mendata lima pasar rakyat di Bontotiro per 8 Januari 2026, dengan 419 pedagang. Pasar Bonto Tangnga menampung pedagang terbanyak, 220 orang. Pasar Basokeng di Dwitiro tercatat berdiri sejak 1945 dan menjadi yang tertua di kecamatan itu.
Untuk layanan kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba menempatkan dua puskesmas rawat inap di kecamatan ini, yakni Puskesmas Bonto Tiro dan Puskesmas Batang, sementara Pendataan Potensi Desa BPS 2024 mencatat empat desa memiliki apotek dan tidak ada rumah sakit. Di bidang pendidikan, Data Pokok Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah semester genap 2024/2025 mencatat 39 sekolah dasar negeri, empat sekolah menengah pertama negeri, dua sekolah menengah atas negeri, serta dua sekolah menengah kejuruan. Nama sekolah menengah negeri di sini termuat dalam daftar SMA, SMK, dan MA negeri di Bulukumba.
Liputan Rubrik dari Kecamatan Bontotiro
Peristiwa di Bontotiro yang sudah diberitakan Rubrik.co.id antara lain sikap Ketua KNPI Bontotiro soal Kopdes Merah Putih dan prakiraan cuaca BMKG untuk sepuluh kecamatan Bulukumba. Profil kecamatan tetangganya sudah tersedia dalam Kecamatan Herlang dan Kecamatan Ujung Loe.
