BULUKUMBA, Rubrik.co.id – Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bulukumba mencatat lebih dari 20 peristiwa kebakaran di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, sepanjang September 2026. Salah satunya terjadi di Kelurahan Mariorennu, Kecamatan Gantarang, dengan objek sekam di area pabrik penggilingan padi.
Objek Terbakar Beragam
Kasi Sarana dan Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran Bulukumba, Andi Baso Sullewatang, menyatakan petugas menangani kebakaran selama tiga hari berturut-turut pada 21 sampai 23 September 2026. “Saat ini tiga hari berturut-turut terjadi kebakaran seiring meningkatnya suhu panas,” katanya, seperti dimuat Tribun Timur.
Objek yang terbakar beragam, mulai dari lahan, rumah kebun, rumah warga, ruko, kios, hingga sekam di pabrik penggilingan padi. Dari lebih dari 20 peristiwa yang dilaporkan sepanjang bulan itu belum ada korban jiwa, sementara kerugian material menurut dinas diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Andi Baso menyebut sejumlah kejadian diduga berkaitan dengan kelalaian pemilik rumah atau pengelola objek yang terbakar.

Kebakaran berskala besar pernah terjadi di kabupaten itu pada awal tahun. Pada 4 Maret 2026, api melalap 12 unit rumah di Jalan Diponegoro, Kelurahan Terang Terang, Kecamatan Ujung Bulu. Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Bulukumba, Muh Idham, saat itu menyebut api cepat membesar karena tiupan angin kencang dan rumah yang didominasi material kayu, sebagaimana dimuat detikSulsel. Enam armada dikerahkan, termasuk bantuan dari Kabupaten Bantaeng.
Suhu Panas dan Imbauan Petugas
Prakiraan cuaca publik BMKG untuk Desa Dampang, Kecamatan Gantarang, menunjukkan kondisi cerah sepanjang Minggu, 27 September 2026, dengan suhu udara bergerak pada 24 sampai 31 derajat Celsius, kelembapan turun sampai 47 persen pada siang hari, dan kecepatan angin mencapai 23,9 kilometer per jam.
Tribun Timur pada 23 September 2026 menulis suhu di Bulukumba terpantau pada kisaran 32 hingga 36 derajat Celsius, tanpa menyebut sumber pengukurannya. Angka itu berada di atas prakiraan suhu udara BMKG: pada prakiraan sepuluh kecamatan Bulukumba untuk 23 September 2026, titik terpanas kabupaten, Kecamatan Rilau Ale, hanya 31 derajat Celsius. Kisaran 35 sampai 40 derajat Celsius yang disebut Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah IV Makassar untuk tanggal itu adalah suhu yang dirasakan tubuh, bukan suhu udara terukur.
Dinas Pemadam Kebakaran Bulukumba meminta warga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama saat cuaca panas dan angin kencang, karena kondisi itu membuat api lebih cepat menyebar. Warga diminta memastikan instalasi listrik rumah dalam kondisi aman, berhati-hati memakai lilin atau pelita ketika listrik padam pada malam hari, serta menjaga ketersediaan dan akses terhadap sumber air.
Imbauan itu muncul saat armada pemadam kebakaran juga dipakai mengantar 18.000 liter air bersih ke tiga titik di permukiman yang sumurnya mengering. RUBRIK sebelumnya memberitakan 1.564 jiwa di enam kecamatan yang dibantu air bersih dan pengeboran sumur untuk sawah di tengah kemarau panjang. Nomor pemadam kebakaran dan nomor darurat lain yang bisa ditelusuri ke sumbernya dirangkum dalam daftar nomor darurat Bulukumba.
