Susah Dapat BBM Bersubsidi, Nelayan Bontobahari Kepung SPDN PPI dan SPBU

Rubrik Redaksi

Rubrik.co.id,BULUKUMBA-Ratusan nelayan Bontobahari menggelar aksi demostrasi di lokasi Pertamina Solar packed dealer nelayan (SPDN), yang terletak di PPI Bontobahari.

Aksi digelar ratusan nelayan sebagai bentuk protes atas terjadinya kelangkaan Solar dalam beberapa waktu terakhir.

Akibatnya, Nelayan tak dapat melaut karna tidak mendapatkan jatah BBM Subsidi jenis Solar.

Koordinator Aksi, Amin Lahaseng dalam orasinya, mengatakan kelangkaan solar karna adanya oknum Pihak SPDN kongkalikong dengan pengusaha dan pengecer, Sebab tidak mungkin pengusaha ambil bebas di SPDN kalau tidak ada kerja sama.ungkapnya Kamis (12/12/2019).

Olehnya itu, ia menegaskan agar pengelola SPDN bertanggung jawab atas kelangkaan solar, jangan coba- Coba main mata dengan pengusaha dan Berani menjual di atas harga solar yang telah di tentukan pertamina.

“Kalau ada kasus penjualan solar diluar dari peruntukan dan bukan nelayan yang mendapat, kita akan kembali dalam jumlah massa lebih besar dan menyegel SPDN ini,”tegasnya.

Senada yang di Ungkapkan salah satu nelayan, dimana menyampaikan kalau selama ini nelayan menduga terjadi permainan antara pihak pengelola SPDN dengan oknum pengusaha dan pengecer.

“Indikasi itu dikuatkan lantaran solar yang cepat habis. Masa baru jam 7 atau jam 8 solar sudah habis, berarti pada malam atau dini hari sudah dipompa itu solar dan dijual sama pengusaha bukan ke nelayan,”terangnya.

Lanjutnya, agar kedepan tak ada permainan dalam penjualan solar untuk nelayan, Baiknya Pihak kepolisian Ikut mengawas “Karena banyak pengusaha atau pengecer berkedok nelayan.kami curiga ada rekomendasi nelayan yang di palsukan, ini harus diusut,”pintanya.

Sementara itu, Pengelola SPDN Bontobahari, Salmawati Syam dihadapan para nelayan, membantah sejumlah tudingan para nelayan.

“Kami tidak menjual solar diluar dari nelayan, kami tahu orangnya dan tahu kapalnya dan tidak ada itu penjualan pada malam hari,”katanya.

Kendati demikian, pihaknya mengaku siap memenuhi sejumlah tuntutan nelayan yakni akan memberikan jatah solar nelayan sesuai aturan yang berlaku dan dengan didasari rekomendasi atau keterangan nelayan.

IMG 20191212 111217

Hal tersebut di Buktikan dengan menanda tangani fakta integritas yang di saksikan perwakilan nelayan dan kapolsek Bonto Bahari dengan membubuhkan tanda tangan di surat pernyataan.

Adapaun Poin Poin Surat Pernyataan Kordinator SPDN:
1.Buka SPDN mulai pukul 06.00-19.00 Wita
2.Menghilangkan Biaya Pompa
3. Yang Dilayani Nelayan yang membawah rekomendasi Desa/Lurah dan Surat Kapal
4.Tidak melayani selain Nelayan
5.Penjualan Harga solar Rp 5.150./liter.
6.Memprioritaskan warga bontobahari (Nelayan)

Usai menggelar aksi di depan Pertamina SPDN, para demonstran melanjutkan aksinya di SPBU Bontobahari, tuntutannya sama yakni memberikan jatah solar kepada nelayan dan tidak menjual ke oknum pengecer dan Kendaraan Industri serta pengusaha dalam jumlah banyak.