Daerah  

Festival Pinisi XVI Bulukumba Dijadwalkan 15-17 Oktober 2026

Redaksi Rubrik
Pantai Tanjung Bira saat matahari terbenam, perahu-perahu kecil bersiluet di laut dangkal berwarna jingga
Pantai Tanjung Bira, Bulukumba. Foto: Muhammad Imam Adly / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Rubrik.co.id – Pemerintah Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, memastikan Festival Pinisi XVI digelar pada 15–17 Oktober 2026. Persiapan agenda itu dimatangkan lewat rapat koordinasi lintas sektor yang dipimpin Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Bulukumba Hamrina Andi Muri, sebagaimana dilaporkan Radar Selatan pada Rabu, 16 September 2026.

Rapat itu dihadiri langsung Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf, Wakil Bupati Andi Edy Manaf, dan Ketua TP-PKK Andi Herfida Muchtar. Festival Pinisi XVI merupakan bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, program kurasi acara unggulan yang disusun Kementerian Pariwisata.

Status itu bukan hal baru bagi Bulukumba. Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Bulukumba mengumumkan pada Januari 2026 bahwa Festival Pinisi kembali masuk daftar KEN 2026, melanjutkan keikutsertaan sejak 2024.

Lambung kapal pinisi kayu setengah jadi berdiri di atas perancah bambu di galangan terbuka
Ilustrasi pembuatan kapal pinisi di galangan tradisional, bukan foto persiapan Festival Pinisi XVI. Foto: Muhammad Imam Adly / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Karnaval Budaya hingga Annyorong Lopi

Menurut laporan tersebut, rangkaian Festival Pinisi XVI meliputi karnaval budaya, ritual annyorong lopi, andingingi, pentas tari tradisional, lomba katinting, mukbang kuliner lokal, lomba hias perahu, serta atraksi sailing.

Annyorong lopi adalah prosesi menurunkan perahu pinisi yang baru selesai dibangun dari galangan ke laut, dikerjakan beramai-ramai oleh warga. Ritual itu menjadi penanda paling dikenal dari kawasan pembuatan pinisi di pesisir Bulukumba.

Bupati Bulukumba menginstruksikan seluruh perangkat daerah terlibat penuh dalam persiapan. “Festival Pinisi bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan etalase utama untuk menunjukkan warisan budaya, kreativitas, dan identitas maritim Bulukumba kepada dunia. Saya menginstruksikan seluruh OPD untuk melepas ego sektoral dan mengambil perannya masing-masing,” kata Andi Muchtar Ali Yusuf dalam rapat itu.

Beban Baru bagi Kawasan Wisata

Penyelenggaraan festival pada pertengahan Oktober akan menambah beban kawasan wisata yang sedang dibenahi. Pada Sabtu, 12 September 2026, Disparpora Bulukumba menggelar rapat koordinasi penataan lapak pedagang di kawasan wisata Tanjung Bira, salah satu titik yang selalu ramai pada musim festival.

Bulukumba terdiri atas 10 kecamatan, 24 kelurahan, dan 102 desa menurut situs resmi Pemkab Bulukumba. Kawasan pembuatan pinisi dan pantai wisata terkonsentrasi di ujung selatan kabupaten, di Kecamatan Bontobahari.

Sepanjang September 2026, Pemkab Bulukumba juga menjalankan sejumlah program yang menyentuh warga pesisir dan pelayanan publik. Rubrik.co.id sebelumnya memberitakan Dinas Perikanan Bulukumba mulai menurunkan apartemen ikan ke dasar laut untuk menambah habitat ikan di perairan dekat pantai.

Pemkab juga menyiapkan Jambore Pelayanan di Kelurahan Borong Rappoa, Kecamatan Kindang, pada 23–24 September 2026, sebagai pelaksanaan perdana layanan terpadu yang digelar bergilir di tingkat kecamatan.

Belum ada keterangan resmi mengenai anggaran Festival Pinisi XVI, target kunjungan, maupun titik pasti setiap mata acara.