Daerah  

Kemenkes: 12 Kasus Super Flu Sulsel sampai Minggu ke-36

Redaksi Rubrik
Model tiga dimensi partikel virus influenza berwarna ungu dan jingga dengan tonjolan protein rapat di permukaannya
Model cetak tiga dimensi partikel virus influenza buatan NIAID, dengan glikoprotein hemaglutinin berwarna ungu dan neuraminidase berwarna jingga. Ini karya ilustrasi bertanggal 20 September 2022, bukan foto mikroskop dari spesimen pasien. Foto: NIAID / Wikimedia Commons, CC BY 2.0

MAKASSAR, Rubrik.co.id – Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan menyatakan belum menerima laporan suspek influenza A subtipe H3N2 subclade K, varian yang populer disebut super flu, baik dari jajaran provinsi maupun dari dinas kesehatan kabupaten dan kota. Pernyataan Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Evy Mustikawati Arifin itu disampaikan di Kota Makassar pada Rabu, 23 September 2026, dan dimuat ANTARA Makassar pada Kamis, 24 September 2026.

Evy menyatakan tim kesehatan telah disiagakan dan laporan akan ditindaklanjuti apabila masuk dari fasilitas pelayanan kesehatan atau dari aduan masyarakat. Istilah super flu sendiri bukan nama medis resmi, melainkan sebutan populer untuk salah satu cabang genetik virus influenza A (H3N2). Cabang bernama J.2.4.1 itu pertama kali diidentifikasi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat pada 2025, seperti dijelaskan IDN Times yang mencantumkan laman musim influenza 2025–2026 lembaga tersebut sebagai salah satu rujukannya.

Data Kemenkes Mencatat 12 Kasus di Sulawesi Selatan

Catatan Kementerian Kesehatan menunjukkan angka yang berbeda asal. Berdasarkan surveilans sentinel ILI-SARI sampai minggu ke-36 tahun 2026, Kemenkes mencatat 184 kasus subclade K sepanjang 2025 hingga periode itu, tersebar di 20 provinsi. DKI Jakarta tertinggi dengan 41 kasus, disusul Jawa Timur 27 kasus, Kalimantan Selatan 22 kasus, Sumatera Utara 14 kasus, DI Yogyakarta 13 kasus, serta Sulawesi Selatan dan Jawa Barat masing-masing 12 kasus. Rincian itu dimuat iNews.

Kedua angka tersebut tidak otomatis bertentangan. Data Kemenkes berasal dari pemeriksaan laboratorium di jaringan sentinel, sedangkan keterangan Dinkes Sulsel menyangkut laporan suspek yang masuk ke kantor dinas. Laporan pengawasan Kemenkes bertanggal 19 September 2026 juga memuat grafik lain dengan cakupan berbeda, yaitu 76 deteksi subclade K di 13 provinsi, sehingga setiap angka perlu dibaca menurut periode dan sumbernya.

Alat uji cepat bertuliskan Flu A and B di atas permukaan abu-abu, memperlihatkan satu garis merah pada penanda kontrol
Alat uji cepat influenza A dan B yang memperlihatkan hasil negatif, ditandai garis pada penanda kontrol saja. Foto bertanggal 20 Februari 2025 dan bukan diambil di Sulawesi Selatan. Foto: Ajay Kumar Chaurasiya / Wikimedia Commons, CC BY 4.0

Anak Mendominasi, Aktivitas Influenza Tergolong Rendah

Dari seluruh kasus subclade K yang tercatat sejak 2025 sampai minggu ke-36 tahun 2026, kelompok usia 0–4 tahun menyumbang 38 persen, usia 5–9 tahun 23,4 persen, dan usia 10–17 tahun 21,2 persen. Kelompok usia 18–59 tahun tercatat 15,8 persen dan usia di atas 60 tahun 1,6 persen.

Meski proporsi spesimen positif influenza pada minggu ke-36 naik menjadi 46 persen dari 35 persen pada pekan sebelumnya, Kemenkes tetap menempatkan aktivitas influenza nasional pada kategori rendah dan menyebut datanya masih bersifat sementara. Proporsi kasus influenza like illness di puskesmas naik tipis dari 0,31 persen menjadi 0,40 persen dari total kunjungan, seperti dilaporkan detikHealth. Gejalanya disebut muncul mendadak berupa demam tinggi, nyeri otot, kelelahan, sakit kepala, batuk, dan sakit tenggorokan, satu sampai empat hari setelah terinfeksi.

Jalur Laporan Bertumpu pada Puskesmas

Laporan penyakit menular mengalir dari fasilitas pelayanan kesehatan ke dinas kesehatan kabupaten, lalu diteruskan ke tingkat provinsi. Di Kabupaten Bulukumba, jalur itu bertumpu pada 21 puskesmas yang tersebar di 10 kecamatan serta RSUD Andi Sulthan Daeng Radja sebagai rujukan kelas B. Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba belum mengeluarkan keterangan terpisah mengenai subclade K.