Daerah  

18 Daerah Sulsel Berstatus Awas Kekeringan

Redaksi Rubrik
Permukaan tanah kering yang pecah-pecah membentuk retakan dalam dan saling bersambung, dengan teks judul "Sulsel Awas Kekeringan" dan label Rubrik.co.id - Sulsel di bagian atas gambar
Ilustrasi tanah kering akibat kemarau panjang. Foto ini bukan diambil di Sulawesi Selatan. Foto: Andrew Cattoir / Wikimedia Commons, domain publik, diberi teks judul oleh Rubrik.co.id

Ringkasan

  • Status awas kekeringan meteorologis menjangkau enam belas kabupaten Sulawesi Selatan, ditambah Kota Makassar serta Kota Parepare.
  • Penetapannya memakai satuan dasarian, yakni rentang sepuluh harian, dan kali ini berlaku untuk awal bulan Oktober.
  • Bulukumba termasuk di dalamnya, dan krisis air bersihnya sudah menjangkau tujuh kecamatan menurut catatan BPBD setempat.

MAKASSAR, Rubrik.co.id – Jawaban langsung: Delapan belas kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan berstatus awas kekeringan meteorologis menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika untuk dasarian pertama Oktober 2026. Bulukumba salah satunya. Artikel ini memuat daftar lengkap daerahnya, arti istilah dasarian, dan kondisi di lapangan.

Dasarian adalah satuan waktu sepuluh harian yang dipakai BMKG untuk memantau curah hujan. Setiap bulan terbagi menjadi tiga dasarian, dan statusnya diperbarui mengikuti pembagian itu.

Daftar Delapan Belas Daerah

Daerah Sulawesi Selatan yang masuk status awas pada dasarian pertama Oktober 2026 adalah Bantaeng, Barru, Bulukumba, Enrekang, Gowa, Jeneponto, Kepulauan Selayar, Kota Makassar, Kota Parepare, Luwu, Maros, Pangkajene dan Kepulauan, Pinrang, Sidenreng Rappang, Soppeng, Takalar, Tana Toraja, serta Wajo.

Daftar tersebut dimuat RRI pada 5 Oktober 2026, bersama daerah berstatus sama dari provinsi lain.

Enam belas di antaranya berstatus kabupaten, sedangkan Makassar dan Parepare berstatus kota. Artinya status itu tidak hanya menyangkut wilayah pertanian, tetapi juga kawasan perkotaan padat.

Keterangan yang menyertai daftar berasal dari BMKG secara kelembagaan, tanpa nama pejabat. Kriteria yang membedakan status awas dari tingkat di bawahnya juga tidak dijabarkan dalam pengumuman tersebut.

Kondisi di Bulukumba

Di Bulukumba, dampaknya sudah terukur. Kepala Pelaksana BPBD Bulukumba Andi Hasbullah menyatakan pada akhir September 2026 bahwa krisis air bersih menjangkau tujuh kecamatan dan distribusi air harus dilakukan rutin.

Angka itu bertambah dari waktu ke waktu. Pada awal September distribusi baru menjangkau empat kecamatan, lalu enam kecamatan pada pertengahan bulan.

Pasokan diantar memakai armada BPBD bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Polres Bulukumba, termasuk penyaluran ke Babana dan Dannuang.

Hujan Normal Diperkirakan November

BPBD Bulukumba memperkirakan kemarau berlanjut sampai akhir Oktober. Hujan ringan diperkirakan mulai muncul pada pekan ketiga Oktober, sedangkan hujan normal baru diperkirakan November.

Status dasarian berlaku untuk rentang sepuluh hari dan akan diperbarui BMKG pada dasarian berikutnya. Kondisi terkini tiap daerah dapat diperiksa langsung di laman resmi BMKG. ***

Rangkuman berita Bulukumba sepekan terakhir, lengkap dengan tanggal dan tautannya, ada di Rangkuman Berita Bulukumba Pekan Ini.