Daerah  

Sulsel Garap Proyek Rp3,7 Triliun Jalan-Irigasi

Redaksi Rubrik
Hamparan sawah bertingkat berwarna hijau kekuningan dengan bongkahan batu besar dan tebing karst di kejauhan, dengan teks judul "Proyek Rp3,7 Triliun" dan label Rubrik.co.id - Sulsel di bagian atas gambar
Lahan persawahan di Sulawesi. Jaringan irigasi menjadi satu dari tiga sasaran proyek tahun jamak. Foto: CreativeC / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0, diberi teks judul oleh Rubrik.co.id

Ringkasan

  • Sulawesi Selatan sedang mengerjakan proyek pembangunan tahun jamak untuk periode 2025 hingga 2027, senilai Rp3,7 triliun.
  • Dananya terbagi ke tiga sasaran utama: ruas jalan provinsi, jaringan irigasi pertanian, serta pembangunan rumah sakit regional.
  • Paparan itu disampaikan gubernur kepada Menteri Koordinator Pangan ketika pejabat pusat tersebut berkunjung ke Makassar, Kamis.

MAKASSAR, Rubrik.co.id – Jawaban langsung: Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menjalankan proyek tahun jamak atau multi years project senilai Rp3,7 triliun untuk periode 2025 sampai 2027. Dananya diarahkan ke jalan, irigasi, dan rumah sakit regional. Gubernur Andi Sudirman Sulaiman memaparkannya kepada Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan pada Kamis, 8 Oktober 2026. Artikel ini memuat isi program dan kaitannya dengan sektor pangan.

Proyek tahun jamak adalah pekerjaan yang pembiayaannya dibagi ke beberapa tahun anggaran. Skema ini dipakai untuk pekerjaan yang tidak mungkin diselesaikan dalam satu tahun, seperti ruas jalan panjang atau bangunan rumah sakit.

Tiga Sasaran Pekerjaan

Program itu menyasar tiga kelompok. Pertama ruas jalan provinsi, kedua jaringan irigasi, dan ketiga rumah sakit regional, sebagaimana dilaporkan ANTARA Makassar.

Pembagian tersebut menempatkan dua dari tiga sasaran pada penopang sektor pertanian. Jalan menentukan ongkos angkut hasil panen, sedangkan irigasi menentukan jumlah musim tanam yang bisa dijalankan dalam setahun.

Rumah sakit regional menjadi sasaran ketiga. Pola ini menempatkan rumah sakit rujukan di beberapa titik provinsi, bukan memusatkan seluruh kapasitas di Makassar.

Dipaparkan di Hadapan Menko Pangan

Paparan disampaikan kepada Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Pilihan forum itu menjelaskan sudut pandang paparannya: infrastruktur diajukan sebagai penopang produksi pangan, bukan sekadar belanja modal daerah.

Sulawesi Selatan termasuk lumbung beras nasional. Posisi itu membuat kondisi irigasi di provinsi ini berpengaruh ke pasokan di luar wilayahnya sendiri.

Kaitannya dengan Daerah

Rincian ruas jalan dan jaringan irigasi yang masuk dalam program belum diumumkan per kabupaten. Pemprov juga belum merinci lokasi rumah sakit regional yang dibangun.

Bagi Bulukumba, dua dari tiga sasaran itu bersentuhan langsung dengan persoalan yang sedang berjalan. Kabupaten ini sedang menghadapi kemarau panjang yang menekan ketersediaan air pertanian.

Rumah sakit rujukan di kabupaten ini juga sedang menanggung beban tinggi, sebagaimana tercatat pada profil RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja.

Tindak lanjut dari paparan tersebut belum diumumkan sampai berita ini disusun. ***