Daerah  

Mangrove Bulukumba: Luppung dan DAS Balantieng

Redaksi Rubrik
Rumpun mangrove dewasa dengan akar tunjang terbuka di atas lumpur pantai saat air surut, dengan perairan dan garis pantai di latar belakang, serta teks judul "Mangrove Bulukumba" dan label Rubrik.co.id - Lingkungan di bagian atas gambar
Ilustrasi tegakan mangrove di Morowali, Sulawesi Tengah, bukan kawasan mangrove Luppung Bulukumba. Foto: Marwan Mohamad / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0, diberi teks judul oleh Rubrik.co.id

Ringkasan

  • Hampir seluruh kegiatan penanaman yang pernah diberitakan berlangsung di satu kecamatan pesisir, bukan menyebar di sepanjang pantai.
  • Lokasinya terletak pada bagian hilir satu daerah aliran sungai yang wilayahnya membentang melintasi dua kabupaten bertetangga.
  • Berapa hektare luas tegakannya sekarang tidak diketahui, sebab angka resmi untuk tingkat kabupaten belum pernah sekali pun diumumkan.

BULUKUMBA, Rubrik.co.id – Jawaban langsung: Penanaman mangrove di Kabupaten Bulukumba terpusat di pesisir Kecamatan Ujung Loe, terutama Dusun Luppung di Desa Manyampa dan muara di Kelurahan Dannuang. Kawasan itu berada di hilir Daerah Aliran Sungai Balantieng seluas 20.605 hektare, yang membentang dari pegunungan Sinjai sampai pesisir Bulukumba. Artikel ini memuat lokasinya, angka penanaman yang tercatat, serta yang belum terdata.

Pesisir Ujung Loe sebagai Pusatnya

Tiga kegiatan penanaman mangrove yang pernah diberitakan Rubrik.co.id seluruhnya berada di Kecamatan Ujung Loe, bukan menyebar di seluruh garis pantai kabupaten.

Titik yang paling sering disebut adalah Dusun Luppung di Desa Manyampa. Nama itu juga yang paling banyak muncul dalam kajian akademik tentang mangrove di Bulukumba, umumnya dengan sebutan Hutan Mangrove Luppung.

Luppung sudah lama diposisikan sebagai kawasan wisata pesisir. Pada Januari 2020, keterangan Komando Distrik Militer 1411 menyebut dusun itu salah satu ikon wisata pantai di Bulukumba.

DAS Balantieng dan Angkanya

Pesisir Ujung Loe berada di muara Daerah Aliran Sungai Balantieng. Direktur LSM Saukang, Andi Fatahuddin, memaparkan angka wilayahnya pada Juni 2024.

Peruntukan Luas
Hutan lindung 3.194 hektare
Hutan produksi 255 hektare
Kawasan konservasi 516 hektare
Areal penggunaan lain 16.640 hektare
Total 20.605 hektare

Secara administratif ada 35 desa di dalam cakupan DAS tersebut, terdiri atas empat desa di Kabupaten Sinjai dan 31 desa di Kabupaten Bulukumba. Wilayahnya memang bermula di pegunungan Sinjai.

Penanaman yang Tercatat Sejak 2020

Kegiatan paling awal yang diberitakan berlangsung pada 27 Januari 2020. Personel Kodim 1411 Bulukumba menanam sekitar 10.000 pohon mangrove di Desa Manyampa bersama Komunitas Mahasiswa Pencinta Alam Selaras.

Tiga tahun kemudian, pada 23 Agustus 2023, jajaran Polres Bulukumba menanam 1.800 bibit bakau di muara sungai dan pantai Luppung. Kegiatan itu bagian dari gerakan serentak seluruh jajaran Polri menyambut HUT ke-78 RI.

Pada 5 Juni 2024, memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bulukumba menanam 5.000 pohon mangrove dan menggelar aksi bersih pantai di Lingkungan Babana, Kelurahan Dannuang.

Dijumlahkan, tiga kegiatan itu mencatat sekitar 16.800 batang. Angka tersebut hanya mewakili kegiatan yang diberitakan, bukan seluruh penanaman yang pernah dilakukan di kabupaten ini.

Pengelola di Tingkat Desa dan Pendamping

Pendampingan masyarakat pesisir DAS Balantieng dipegang LSM Saukang lewat Program Inisiatif Balantieng, mencakup Desa Garanta, Desa Manjalling, dan Kelurahan Dannuang di Ujung Loe.

Untuk kawasan Luppung, sejumlah kajian akademik menyebut pengelolaannya berada di badan usaha milik Desa Manyampa. Artinya pengelolaan hariannya ada di tingkat desa, bukan di dinas kabupaten.

Luas Tegakan yang Belum Terpublikasi

Satu angka penting justru tidak tersedia. Rubrik.co.id tidak menemukan publikasi resmi yang memuat luas tegakan mangrove Kabupaten Bulukumba dalam hektare, baik dari dinas kabupaten maupun badan statistik provinsi.

Angka per kabupaten semacam itu ada pada peta mangrove nasional yang disusun kementerian lingkungan hidup, dan datanya tidak diumumkan ulang di tingkat daerah.

Satu kajian pengabdian juga mencatat sebaran tanaman di kawasan Luppung belum merata, sehingga masih ada lahan kosong yang belum ditanami. Catatan itu menunjukkan jumlah batang yang ditanam bukan ukuran yang sama dengan luas tegakan yang tumbuh. ***

Rangkuman berita Bulukumba sepekan terakhir, lengkap dengan tanggal dan tautannya, ada di Rangkuman Berita Bulukumba Pekan Ini.