Daerah  

Inflasi Sulsel 3,75 Persen, Makassar Tertinggi

Redaksi Rubrik
inflasi sulsel september 2026 thumbnail 1280x720 v2

Ringkasan

  • BPS mencatat inflasi tahunan Sulawesi Selatan pada September 2026 mencapai 3,75 persen, naik dari 2,86 persen pada Agustus.
  • Kota Makassar mencatat inflasi tahunan tertinggi 4,07 persen, sedangkan terendah di Kota Palopo sebesar 2,27 persen.
  • Emas perhiasan jadi penyumbang terbesar dengan andil 0,56 persen, disusul cabai rawit 0,34 persen dan daging ayam ras 0,18 persen.

MAKASSAR, Rubrik.co.id – Badan Pusat Statistik Sulawesi Selatan mencatat inflasi tahunan provinsi itu pada September 2026 mencapai 3,75 persen. Angka tersebut naik cukup jauh dibandingkan Agustus 2026 yang berada di level 2,86 persen.

Indeks Harga Konsumen naik dari 108,72 pada September 2025 menjadi 112,80 pada September 2026.

Makassar Tertinggi, Palopo Terendah

BPS memantau delapan kabupaten dan kota di provinsi ini.

Kota Makassar mencatat inflasi tahunan tertinggi sebesar 4,07 persen dengan IHK 113,18, sementara yang terendah terjadi di Kota Palopo sebesar 2,27 persen dengan IHK 110,98, sebagaimana dilaporkan Rakyat Sulsel.

Secara bulanan, Sulsel mengalami inflasi 0,70 persen pada September 2026, sedangkan sejak awal tahun tercatat 3,22 persen.

Kelompok Pengeluaran yang Bergerak

Kenaikan dipengaruhi naiknya harga pada hampir seluruh kelompok pengeluaran.

Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat inflasi tertinggi sebesar 8,74 persen, disusul makanan, minuman dan tembakau 5,16 persen, penyediaan makanan dan minuman atau restoran 3,91 persen, serta transportasi 3,74 persen.

Kelompok pakaian dan alas kaki paling kecil, yakni 0,50 persen, dengan kesehatan 1,41 persen dan perumahan beserta listrik 1,52 persen.

Lima Komoditas Penyumbang Terbesar

Dari sisi komoditas, emas perhiasan menjadi penyumbang terbesar inflasi tahunan dengan andil 0,56 persen.

Berikutnya cabai rawit 0,34 persen, daging ayam ras 0,18 persen, bensin 0,15 persen, dan minyak goreng 0,12 persen.

Daftar itu memuat dua hal yang berbeda sifatnya: emas perhiasan mengikuti harga dunia, sementara cabai rawit dan daging ayam mengikuti panen dan pasokan di daerah sendiri.

Yang Terasa di Meja Makan

Cabai rawit di urutan kedua bukan kebetulan. Harganya di Makassar sedang melonjak dan sebagian pasokan Sulsel justru dikirim ke luar daerah.

Sebelumnya harga komoditas itu sudah menembus Rp85 ribu per kilogram, seperti diberitakan dalam pantauan harga cabai rawit Makassar.

Bagi warga daerah, angka inflasi bertemu dengan kemampuan bayar yang dirangkum dalam UMK Bulukumba 2026.

Inflasi tahunan mengukur perubahan harga dibandingkan bulan yang sama setahun sebelumnya, sedangkan inflasi bulanan membandingkannya dengan bulan sebelumnya saja.

Dua angka itu bisa bergerak berlawanan, sehingga keduanya perlu dibaca berdampingan, bukan dipilih salah satu.

Rincian inflasi per kabupaten dan kota selain Makassar dan Palopo tidak dimuat dalam keterangan yang dirilis BPS Sulsel hingga berita ini diterbitkan. ***