Daerah  

Kerajinan Bulukumba dan Pameran Dekranasda

Redaksi Rubrik
Seorang perempuan menunduk menenun di balik benang lungsin berwarna biru yang terbentang di hadapannya, dengan beberapa orang samar di latar belakang, serta teks judul "Perajin Menenun Kain" dan label Rubrik.co.id - Daerah di bagian atas gambar
Ilustrasi perajin menenun kain, diambil di Buton, Sulawesi Tenggara, bukan di Bulukumba. Kain dalam foto ini bukan tenun Kajang maupun tenun Bira. Foto: Andrydenisah / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0, diberi teks judul oleh Rubrik.co.id

Ringkasan

  • Empat jenis kerajinan yang sama berulang dibawa ke pameran, dan separuhnya berupa kain dari dua wilayah berjauhan.
  • Pada akhir Oktober 2025 kabupaten ini berganti peran, dari sekadar peserta pameran menjadi penyelenggara di tingkat provinsi.
  • Arsip pemberitaan hanya memuat kegiatan pamerannya, tanpa pernah menyebut jumlah perajin maupun nilai penjualan yang dihasilkannya.

BULUKUMBA, Rubrik.co.id – Jawaban langsung: Produk kerajinan unggulan Bulukumba yang dibawa ke pameran nasional ada empat, yaitu tenun Kajang, tenun Bira, anyaman daun lontar, dan kerajinan miniatur pinisi. Keempatnya ditampilkan Dewan Kerajinan Nasional Daerah kabupaten di ajang Inacraft 2025 di Jakarta pada Februari tahun itu.

Empat Produk yang Dibawa

Daftar produk unggulan ini bukan karangan penyusun pameran, melainkan yang berulang disebut dalam pemberitaannya.

Produk Jenis
Tenun Kajang Kain tenun
Tenun Bira Kain tenun
Anyaman daun lontar Anyaman
Miniatur pinisi Kriya kayu

Dua di antaranya kain tenun yang dinamai menurut tempat asalnya, yaitu Kajang dan Bira, dua wilayah yang berjauhan di kabupaten ini. Miniatur pinisi berkaitan langsung dengan seni pembuatan perahu pinisi yang ditetapkan UNESCO pada 2017.

Arsip pemberitaan tidak memuat keterangan teknis soal keempatnya, seperti bahan, motif, atau cara pembuatannya.

Inacraft 2025 di Jakarta

Pameran yang dimaksud adalah The Jakarta International Handicraft Trade Fair, berlangsung 5 sampai 9 Februari 2025 di Jakarta Convention Center. Ajang ini disebut sebagai pameran kerajinan tangan terbesar di Asia Tenggara.

Temanya pada tahun itu “From Smart Village to Global Market” dengan slogan “Sustainability and Collaboration”. Dekranasda Bulukumba ikut bersama Dekranasda kabupaten dan kota lain se-Sulawesi Selatan.

Pada hari pertama, stan Bulukumba dikunjungi Nurlaili Haniah Kinanggi, istri Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, yang menurut laporan tersebut kagum pada produk kriya dari kabupaten itu.

Giliran Jadi Tuan Rumah

Pada akhir 2025 posisinya berbalik, dari peserta menjadi penyelenggara. Bulukumba ditunjuk menjadi tuan rumah Expo Kreatif Andalan Dekranasda Sulawesi Selatan 2025, yang berlangsung 23 sampai 25 Oktober 2025.

Penunjukan itu tertuang dalam surat resmi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan tertanggal 30 September 2025, ditandatangani Sekretaris Daerah Provinsi Jufri Rahman.

Kegiatannya merupakan bagian dari rangkaian peringatan hari ulang tahun Provinsi Sulawesi Selatan ke-356, dan disebut sebagai bentuk apresiasi kepada pelaku usaha kreatif yang mengangkat kearifan lokal.

Kegiatan Lain yang Tercatat

Dua kegiatan lain muncul dalam arsip. Pada Desember 2024, Dekranasda Sulawesi Selatan bersama Dekranasda Bulukumba menggelar Edukasi dan Fashion Show di Hotel Agri, Bulukumba, dalam rangka peringatan Hari Ibu.

Penjabat Ketua Dekranasda Sulawesi Selatan saat itu, Ninuk Triyanti Zudan, menyatakan kegiatan semacam itu diharapkan berkesinambungan lewat kolaborasi.

Pada Mei 2025, Tim Penggerak PKK bersama Dekranasda Bulukumba menggelar aksi bersih-bersih di Pantai Mandala Ria, kegiatan yang sifatnya lingkungan dan bukan pameran kerajinan.

Yang Belum Tersedia

Jumlah perajin di Bulukumba tidak tersedia dalam arsip pemberitaan, begitu pula sebarannya per kecamatan dan berapa yang menggantungkan penghasilan utamanya pada kerajinan.

Nilai transaksi dari pameran juga tidak pernah dimuat. Tanpa itu, keikutsertaan di ajang nasional tidak bisa dinilai sebagai menguntungkan atau sekadar memperkenalkan.

Tiga hal perlu ditanyakan langsung ke Dekranasda dan dinas terkait: jumlah perajin terdata, hasil penjualan dari pameran yang pernah diikuti, dan apakah ada perajin tenun Kajang atau Bira yang produksinya berlanjut di luar musim pameran. Bira, salah satu wilayah asal tenun tersebut, dibahas di profil Kecamatan Bonto Bahari. ***

Rangkuman berita Bulukumba sepekan terakhir, lengkap dengan tanggal dan tautannya, ada di Rangkuman Berita Bulukumba Pekan Ini.