PSIM Menetap di Surabaya Jelang Tantang Madura United di Pamekasan

redaksi
Pertandingan sepak bola di Stadion Sultan Agung Bantul dengan tribun beratap di seberang lapangan
Stadion Sultan Agung, Bantul, tempat PSIM menjamu Persita pada pekan pembuka. Foto: Nerissa Lyra / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Rubrik.co.id – PSIM Yogyakarta memilih tidak pulang ke Yogyakarta dan menetap di Surabaya menjelang laga tandang pekan ke-3 BRI Super League 2026/27 melawan Madura United FC di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Jumat, 18 September 2026, pukul 19.00 WIB.

Keputusan itu diambil setelah Laskar Mataram kalah 0-1 dari Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo pada Minggu, 13 September 2026. Pada laga itu PSIM bermain dengan sepuluh orang sejak awal babak kedua setelah Adrian Purzycki diusir wasit.

“Manajemen dan tim pelatih telah sepakat untuk menetap di Surabaya demi mencegah kelelahan pemain akibat perjalanan. Setelah menjalani pertandingan yang ketat melawan Persebaya, para pemain sangat membutuhkan waktu istirahat yang cukup,” ujar manajer tim PSIM Iksan Mahar, dikutip ANTARA dari laman resmi klub, Selasa, 15 September 2026.

Papan nama Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan dan baliho Madura United di fasad stadion berwarna oranye
Fasad Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, lokasi laga Madura United vs PSIM. Foto: Fandy Aprianto Rohman / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Pamekasan Lebih Dekat dari Surabaya

Menurut Iksan, akses dari Surabaya ke Pamekasan jauh lebih praktis dibanding kembali ke Yogyakarta lalu berangkat lagi ke Jawa Timur dalam waktu singkat. Tim juga mendapat waktu persiapan lebih panjang.

“Jika tim dipaksakan kembali ke Yogyakarta terlebih dahulu, beban fisik akan bertambah dan berisiko menurunkan performa,” kata Iksan.

Selama di Surabaya, tim pelatih memusatkan persiapan pada pemulihan, gizi dan nutrisi pemain, serta pematangan taktik. PSIM masih mencari kemenangan pertama musim ini setelah ditahan Persita Tangerang 1-1 di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada pekan pembuka. Laskar Mataram menjadi satu dari delapan tim yang belum pernah menang hingga pekan ke-2. Dengan satu poin, tim asuhan Jean-Paul van Gastel itu berada di peringkat ke-12 klasemen sementara.

Menantang Tuan Rumah yang Sempurna

Madura United datang dengan catatan berbeda. Laskar Sape Kerrab menyapu bersih dua laga awal, termasuk menang 3-1 di kandang PSS Sleman, dan mengoleksi enam poin dengan lima gol. Penyerangnya, Dimitar Mitkov, memimpin daftar pencetak gol sementara dengan empat gol.

Namun, catatan pertemuan musim lalu memihak PSIM. detikJogja mencatat PSIM menang 3-0 di markas Madura United pada 10 Januari 2026. Pada pertemuan kedua di Stadion Sultan Agung, Bantul, 17 Mei 2026, PSIM kembali menang 2-1, hasil yang juga tercantum dalam arsip foto ANTARA.

Laga di Pamekasan menjadi satu dari dua pertandingan pekan ke-3 pada Jumat. Beberapa jam sebelumnya, pukul 15.30 WIB, Arema FC menjamu Persik Kediri dalam derbi Jawa Timur di Stadion Kanjuruhan.