Saudi Cegat Drone Dekat Makkah, Kemlu Minta WNI Ikuti Instruksi Resmi

Redaksi Rubrik
Menara jam Abraj Al Bait menyala hijau di tengah kabut malam dengan kompleks Masjidil Haram terang di kejauhan
Makkah pada malam hari (ilustrasi, foto 2018). Foto: saudipics / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Rubrik.co.id – Kementerian Luar Negeri RI mengimbau warga negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi meningkatkan kewaspadaan setelah otoritas Saudi beberapa kali mengeluarkan peringatan potensi bahaya untuk Makkah, Jeddah, dan Taif. Imbauan itu disampaikan Direktur Pelindungan WNI Kemlu Heni Hamidah di Jakarta, Rabu, 16 September 2026, sehari setelah pasukan Saudi menyatakan mencegat sebuah drone di dekat Makkah, dilaporkan ANTARA.

“Perwakilan RI di Arab Saudi mengimbau WNI untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi resmi Arab Saudi,” kata Heni.

Heni memastikan tidak ada laporan WNI terdampak. Dalam kondisi darurat, WNI dapat menghubungi hotline KBRI Riyadh di +966 569173990 atau KJRI Jeddah di +966 50 360 9667, sebagaimana dimuat ANTARA.

Jalan raya di kawasan Corniche Jeddah dengan pohon palem, gedung apartemen, dan bangunan tinggi yang sedang dibangun
Kawasan Corniche, Jeddah (ilustrasi, foto 2019). Foto: Tahir mq / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Klaim Saudi, Bantahan Houthi

Juru bicara koalisi pimpinan Saudi di Yaman, Turki Al-Maliki, menyatakan pertahanan udara Saudi mencegat dan menghancurkan sebuah drone pada Selasa, 15 September 2026, sekitar pukul 18.50 waktu setempat, sebelum drone itu memasuki wilayah udara terlarang Makkah. Menurut CNN Indonesia, puingnya jatuh di selatan kota itu. Koalisi menuding kelompok Houthi sebagai peluncurnya.

Houthi membantah. Pejabat biro politik Houthi, Hezam Al-Asad, menulis di platform X bahwa tuduhan itu tidak benar. “Klaim tentang penargetan Mekkah Al Mukarramah adalah kebohongan usang dan basi yang tidak lagi dipercaya oleh siapa pun,” tulisnya, sebagaimana diterjemahkan CNN Indonesia. Kompas.com, mengutip AFP, juga memuat klaim Saudi dan bantahan tersebut.

Sebelum insiden itu, otoritas Saudi meminta warga di Makkah, Jeddah, dan Taif berlindung di dalam ruangan. Menurut ANTARA, Pertahanan Sipil Saudi kemudian menyatakan situasi bahaya telah berakhir. Kompas.com mencatat peringatan itu dicabut dengan cepat.

Ketegangan Saudi dan Houthi memanas sejak Juli 2026. Sehari sebelumnya, koalisi pimpinan Saudi melaporkan 13 warga sipil terluka dalam serangan rudal dan drone di selatan Saudi, menurut CNN Indonesia dan Kompas.com.

Panduan KBRI Riyadh

KBRI Riyadh melalui Instagram meminta WNI yang menerima pesan peringatan darurat tetap tenang, segera masuk ke bangunan, menjauhi jendela, serta menghindari area terbuka, balkon, dan atap. WNI juga diminta tidak memotret atau merekam di lokasi berbahaya, dan menepi jauh dari jembatan atau gedung tinggi bila sedang berkendara.

Untuk situasi berbahaya, KBRI meminta WNI menghubungi 911 di Riyadh, Makkah, Madinah, dan Provinsi Timur, atau 998 di wilayah lain, dilaporkan CNN Indonesia.

Makkah rutin didatangi jemaah asal Sulawesi Selatan, termasuk jemaah haji Bulukumba pada musim haji 2025. Situasi keamanan kawasan Teluk sudah tegang sejak awal tahun, termasuk saat Amerika Serikat menyiapkan kapal induk kedua pada Februari 2026.