Daerah  

Kemarau Bulukumba: Sumur Bor untuk Sawah, Air ke Dannuang

Redaksi Rubrik
Rumpun-rumpun tanaman padi muda berwarna hijau tumbuh di atas tanah sawah abu-abu yang kering dan retak-retak, dilihat dari atas
Ilustrasi padi di sawah yang tanahnya retak akibat kemarau, bukan sawah di Bonto Sunggu. Foto: Anggabuana / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Rubrik.co.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Bulukumba menetapkan dua titik pembangunan sumur bor untuk sawah terdampak kekeringan di Desa Bonto Sunggu, Kecamatan Gantarang, seperti dilaporkan pada Senin, 21 September 2026. Pada saat yang sama, sekitar 400 warga Kelurahan Dannuang, Kecamatan Ujung Loe, kekurangan air bersih karena sumur mengering.

Survei lokasi sumur bor itu dilaporkan Radar Selatan. Tim gabungan provinsi, dinas pertanian kabupaten, penyuluh pertanian lapangan, dan kelompok tani meninjau pertanaman padi yang terdampak sekaligus memetakan titik sumur. Menurut staf khusus Gubernur Sulsel yang dikutip laporan itu, kedua titik direncanakan mulai dikerjakan tahun ini.

“Survei ini kami lakukan untuk memastikan titik lokasi pembangunan sumur bor tepat sasaran dan mampu menjangkau areal sawah terdampak kekeringan,” kata Kepala Bidang Tanaman Pangan dinas tersebut, Nur Jasman, kepada Radar Selatan.

Laporan itu tidak menyebut luas sawah yang terdampak di Bonto Sunggu maupun besaran anggaran pembangunan kedua sumur bor.

Mobil pemadam kebakaran merah bertuliskan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kebumen Pemadam Kebakaran terparkir di lapangan berumput kering
Ilustrasi mobil pemadam kebakaran milik Satpol PP Kabupaten Kebumen, bukan armada Damkar Bulukumba. Foto: SATELIT BM9 / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Damkar Salurkan Air ke Dannuang

Warga Babana, Kelurahan Dannuang, melaporkan sumur yang mengering kepada anggota DPRD Bulukumba asal Ujung Loe, Syamsir Paro. Laporan itu diteruskan ke Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bulukumba pada Minggu malam, 20 September 2026, menurut Tribun-Timur.

Petugas lalu menyalurkan 4.000 liter air bersih. Warga datang membawa ember, baskom, galon bekas, hingga tandon air.

“Setelah kami terima laporan dari warga atas kondisi itu, maka personel Pemadam mendatangi lokasi mendistribusikan air bersih,” kata Kepala Sarana dan Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran Bulukumba Andi Baso Sullewatang. Ia mengimbau warga menghemat air selama kemarau panjang.

Dari Air Minum ke Air Sawah

Kebutuhan air di Bulukumba selama kemarau kini menyentuh dua sisi: air bersih rumah tangga dan air irigasi sawah. Tribun-Timur mengutip Kepala BPBD Bulukumba A Hasbullah bahwa distribusi air bersih sejak awal kemarau telah mencapai 144.000 liter untuk 432 kepala keluarga atau 1.564 jiwa, angka yang juga dimuat dalam laporan Rubrik.co.id tentang kekeringan yang meluas ke enam kecamatan.

Di sektor pertanian, Rubrik.co.id sebelumnya melaporkan 662 hektare lahan terdampak kemarau per akhir Agustus 2026, dengan Kecamatan Gantarang sebagai wilayah yang sisa lahan belum tertanganinya paling luas. Seorang petani di Bonto Sunggu kala itu mengaku pompa airnya menyala lebih dari dua pekan untuk mengairi sawah.

Belum ada keterangan apakah Kelurahan Dannuang sudah masuk hitungan warga terdampak versi BPBD Bulukumba.