Daerah  

PMII Bulukumba Demo Soal Mafia Solar, Listrik, dan Elpiji

Redaksi Rubrik
Deretan nozel pompa berlabel Pertamax Turbo, Pertamax, Pertalite, dan Solar pada dispenser SPBU
Ilustrasi dispenser BBM di SPBU Pertamina, bukan SPBU di Bulukumba. Foto: Henri Aja / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

BULUKUMBA, Rubrik.co.id – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bulukumba berunjuk rasa di depan Markas Polres Bulukumba dan Kantor DPRD Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, pada Senin, 21 September 2026. Mereka menuntut penindakan dugaan praktik mafia solar serta menyoroti pemadaman listrik dan kelangkaan elpiji. Pada hari yang sama, Pemuda Pancasila Bulukumba menggelar aksi di depan Kantor Adira, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kecamatan Ujung Bulu.

Rincian kedua aksi itu bersumber dari keterangan Polres Bulukumba yang dimuat Radar Selatan dan BugisPos pada Selasa, 22 September 2026.

Tuntutan PMII dan Aksi di Kantor Adira

Massa PMII meminta pihak-pihak yang diduga terlibat praktik mafia solar ditindak dan diproses sesuai hukum. Aksi berakhir setelah aspirasi mereka diterima anggota DPRD Bulukumba di Ruang Aspirasi Gedung DPRD, lalu massa membubarkan diri dengan tertib. Laporan itu tidak menyebut nama anggota dewan yang menerima massa maupun tanggapan mereka.

Aksi Pemuda Pancasila dimulai sekitar pukul 10.30 Wita dan dilanjutkan dengan audiensi bersama pihak Adira Bulukumba. Materi tuntutan dalam aksi itu tidak dirinci dalam keterangan polisi.

Sebanyak 57 personel Polres Bulukumba, dibantu Polsek Ujung Bulu dan Polsek Gantarang, mengawal kedua aksi. Pengamanan dipimpin Kapolsek Gantarang Kompol H. Haedar Muis dan Kapolsek Ujung Bulu Iptu Rudi Adri Purwanto.

“Kami juga mengapresiasi para peserta aksi yang telah menyampaikan aspirasinya secara tertib,” ujar Kepala Bagian Operasi Polres Bulukumba Kompol A. Akbar Munir, seperti dikutip Radar Selatan.

Jalan beraspal di Bulukumba dengan menara masjid bercat krem, gapura, dan tiang listrik di tepi jalan
Ilustrasi jalan di Kabupaten Bulukumba, bukan lokasi unjuk rasa. Foto: Midori / Wikimedia Commons, CC BY 3.0

Rangkaian Soal BBM, Listrik, dan Elpiji

Tuntutan PMII menyambung desakan serupa sepekan sebelumnya. Pada Senin, 14 September 2026, kelompok Pemuda Afiliasi Toleran Indonesia (PATI) berunjuk rasa di Mapolres Bulukumba, meminta pengawasan distribusi BBM bersubsidi dan kejelasan status penindakan BBM di Bira, menurut Simpul Indonesia. Laporan itu menyebut Polres belum memberi keterangan resmi soal kasus Bira.

Di tingkat provinsi, Rubrik.co.id mencatat Polda Sulsel menetapkan 17 tersangka dalam 10 perkara BBM subsidi, termasuk perkara di Bulukumba. Sementara itu, antrean di 16 SPBU Bulukumba mulai terurai sejak 21 September 2026 setelah sebagian SPBU memberlakukan ganjil-genap.

Soal listrik, pasokan Sulawesi bagian selatan tertekan karena El Nino memangkas daya pembangkit listrik tenaga air dari 850 megawatt menjadi 250 megawatt, seperti dilaporkan dalam liputan pasokan listrik Sulbagsel. Untuk elpiji, Pertamina menyalurkan tambahan 193.200 tabung elpiji 3 kilogram di Sulawesi Selatan dan Barat pada 14–19 September 2026.

Hingga laporan kedua media terbit, belum ada keterangan DPRD Bulukumba tentang tindak lanjut aspirasi PMII.