Daerah  

Sekolah Rakyat Sinjai Tuntas, Bulukumba Belum Masuk Daftar

Redaksi Rubrik
Anak-anak berseragam sekolah dasar duduk dan menulis di atas tikar di lantai ruang berdinding papan kayu, sebagian memakai jilbab putih, dengan rak buku dan poster menempel di dinding
Kegiatan belajar di sekolah darurat Dusun Cindakko, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, tahun 2017 (ilustrasi, bukan Sekolah Rakyat). Foto: Muchtamir / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

MAKASSAR, Rubrik.co.id – Kementerian Pekerjaan Umum menyatakan pembangunan sembilan Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan mendekati rampung, dengan lokasi di Kabupaten Sinjai mencapai progres fisik 100 persen dan Kabupaten Bone 93,45 persen. Kabupaten Bulukumba tidak disebut dalam daftar sembilan lokasi tersebut, maupun dalam tujuh lokasi tambahan yang diumumkan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo di Makassar pada Rabu, 23 September 2026.

Sembilan Sekolah Rakyat itu tersebar di Kota Makassar serta Kabupaten Tana Toraja, Sidrap, Wajo, Soppeng, Barru, Takalar, Sinjai, dan Bone, dengan kapasitas total 11.340 siswa jenjang SD sampai SMA. Pengerjaannya dibagi dua paket. Paket pertama mencakup lima lokasi berkapasitas 6.300 siswa dengan progres fisik 95,21 persen per 21 September 2026, sedangkan paket kedua mencakup empat lokasi berkapasitas 5.040 siswa dengan progres 98,28 persen. Di paket kedua, lokasi Makassar, Takalar, dan Sinjai tercatat 100 persen, dan Bone 93,45 persen. Angka itu dimuat ANTARA dan RRI dari keterangan tertulis Kementerian PU pada Kamis, 24 September 2026. Nilai kontrak paket pertama sekitar Rp1,301 triliun dan paket kedua Rp996,44 miliar, di atas lahan seluas 69,92 hektare.

Tujuh Lokasi Tambahan, Selayar Ikut Masuk

Dalam kunjungannya ke Sekolah Rakyat Sudiang, Makassar, Dody menyatakan pembangunan gelombang ketiga berjumlah sekitar 60 sekolah dan ditargetkan selesai pada Juni 2027. “Targetnya selesai di Juni 2027. Pokoknya target Pak Presiden sebelum 2029, satu Sekolah Rakyat satu kabupaten, insya Allah bisa kita capai bersama-sama,” katanya, dikutip Rakyat Sulsel. Sulawesi Selatan mendapat tambahan tujuh lokasi, yaitu Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, Kepulauan Selayar, Pangkajene dan Kepulauan, Toraja Utara, serta Enrekang. Pemerintah daerah diminta memastikan lahannya berstatus clean and clear dan berdokumen hukum sah.

Seorang perempuan berjilbab mengayuh perahu kayu kecil berwarna hijau yang mengangkut beberapa anak berseragam merah putih melintasi perairan dangkal berumpun eceng gondok, dengan barisan bukit di kejauhan
Anak-anak berangkat sekolah dengan perahu di Kajenjeng, Antang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, tahun 2016 (ilustrasi akses pendidikan, bukan lokasi Sekolah Rakyat). Foto: Muchtamir / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Bulukumba Tidak Ada di Dua Daftar

Dari kabupaten yang berbatasan dengan Bulukumba, Sinjai dan Bone sudah masuk sembilan lokasi permanen, sementara Kepulauan Selayar masuk tujuh lokasi tambahan. Selayar dicapai dari Bulukumba melalui penyeberangan Bira–Pamatata. Sekolah Rakyat adalah sekolah berasrama gratis dari jenjang SD sampai SMA bagi anak dari keluarga prasejahtera, dan persyaratan calon siswanya ditetapkan Kementerian Sosial. Peresmian tahap kedua secara nasional dipusatkan di Sulawesi Selatan dan dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto pada Oktober 2026.

Angka Progres yang Belum Sama

Keterangan dua instansi belum sejalan. Dinas Sosial Sulawesi Selatan pada 16 September 2026 menyebut sembilan gedung Sekolah Rakyat tahap kedua di provinsi itu telah rampung, sedangkan Kementerian PU mencatat progres fisik 95,21 persen dan 98,28 persen per 21 September 2026. Selisih itu belum dijelaskan kedua lembaga. Menurut Rakyat Sulsel, empat Sekolah Rakyat Terintegrasi di Barru, Sidrap, Tana Toraja, dan Bone telah menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah pada akhir Juli 2026 dengan 270 peserta didik per sekolah, dan bangunan di Sudiang dipakai untuk belajar sekaligus asrama sejak 15 Juli 2026.

Rencana lokasi Sekolah Rakyat di Kabupaten Bulukumba belum diumumkan Kementerian Sosial maupun Kementerian Pekerjaan Umum sampai naskah ini disusun.